Purbaya Timang-Timang PT SMI dan INA Kelola Whoosh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menimbang-nimbang penunjukkan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan nan bakal mengelola Kereta Cepat Jakarta Bandung namalain Whoosh, setelah diserahkan BPI Danantara ke Kementerian Keuangan.

Ada dua BLU nan tengah dipertimbangkan Purbaya untuk mengelola Whoosh, termasuk pembayaran utang proyeknya ke China, ialah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) alias PT SMI serta Indonesia Investment Authority (INA).

"Mungkin satu, mungkin dua-duanya," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Kamis (10/9/2026).

Purbaya menargetkan, perhitungannya hingga akhirnya penunjukkan pengelolaan bakal dilakukan secara resmi pada 15 September 2026. Terlepas dari itu, dia menegaskan, BLU nan berada di bawah Kementerian Keuangan sebetulnya mempunyai kapabilitas untuk bayar utang proyek pembangunan Whoosh.

Ia mengatakan, untung BLU Kemenkeu nan paling mini saja setiap tahun sekitar Rp3-4 triliun, dan ada juga nan bisa memperoleh untung dalam setahun di kisaran Rp6-7 triliun.

"Jadi cukup lah," tegas Purbaya.

Menurut Purbaya, tanggungjawab BLU Kemenkeu nantinya untuk bayar utang proyek Whoosh setiap tahunnya bakal hanya di sekitar Rp 1 triliun per tahun dengan periode tenor pembayaran selama 80 tahun.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus COO BPI Danantara Dony Oskaria menuturkan pengambilalihan angsuran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh kepada Kementerian Keuangan bakal segera diumumkan bulan ini.

Dony mengatakan, prosesnya sudah diselesaikan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Iya (tinggal diumumkan saja)," tegasnya saat ditemui di Istana Negara, Senin malam (8/9/2026).

Dengan adanya pengalihan pengelolaan Whoosh ini, kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator nantinya tidak lagi berada di bawah konsorsium BUMN, melainkan bakal berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.

Kementerian Keuangan bakal mengambil alih 60% saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), nan merupakan konsorsium WIKA, PT KAI, Jasamarga dan PTPN III. Sementara itu, 40% saham konsorsium perusahaan China tidak berubah. Meski kepemilikan beralih, konsorsium PT PSBI tidak bakal dibubarkan.

Soal utang kereta sigap Woosh sudah menjadi polemik sejak beberapa periode ke belakang lantaran beban utang proyeknya membebani neraca finansial PT Kereta Api (Persero).

PT KAI dalam proyek itu berkedudukan sebagai pemimpin perusahaan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, nan menjadi pemegang saham kebanyakan di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pengelola Kereta Cepat Jakarta Bandung namalain Whoosh.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News