BTN Catat Penyaluran KPR Capai 130 Ribu Unit hingga Agustus 2026

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Seorang bocah bermain sepeda di area perumahan subsidi pemerintah di Perumahan Sasak Panjang 2, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BTN mencatat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) telah mencapai sekitar 120 ribu hingga 130 ribu unit sampai dengan Agustus 2026.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan penyaluran KPR BTN tetap didominasi oleh program pemerintah. BTN saat ini menguasai sekitar 70-77 persen pangsa pasar KPR.

“Terkait KPR, kita memang terutama sekali di program pemerintah, kita tetap menguasai market share sekitar 70-77% di tahun ini, dan memang kita akui tumbuhnya dibanding tahun lampau lebih melamban, terutama di KPR subsidi ya,” kata Nixon, saat Public Expose Live 2026 secara daring, Kamis (10/9).

Menurut Nixon, pertumbuhan KPR subsidi pada tahun ini memang lebih melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, BTN terus menyiapkan strategi untuk mendorong penyaluran KPR.

Salah satu nan disiapkan adalah mendorong penyaluran KPR melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk kediaman vertikal alias high-rise building di area perkotaan.

“Misalnya kelak ke depannya strategi kita ke rumah perkotaan lewat program pemerintah FLPP di high-rise building. Kalau kita lihat juga sampai dengan Juni kita sudah 100 ribuan rumah sebenarnya, pemerintah 120 ribuan rumah, sampai Agustus mungkin sudah sekitar 120-130 ribuan rumah,” kata Nixon.

BTN juga menargetkan porsi angsuran non-perumahan mencapai sekitar 30 persen dari total angsuran pada 2030, dari posisi 20,4 persen pada Juni 2026 dan 18,0 persen pada akhir 2025.

Untuk mempercepat diversifikasi, BTN mengakuisisi portofolio angsuran untuk memperbesar pedoman pengguna sekaligus meningkatkan kontribusi upaya non-perumahan.

Hingga Juni 2026, porsi angsuran non-perumahan BTN meningkat menjadi 20,4 persen dari total kredit, dan diproyeksikan terus meningkat secara berjenjang menuju 30 persen pada 2030.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan