Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri finansial Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau untuk pemerintah wilayah tidak banyak meletakkan duit di perbankan. Hal tersebut, ujar Purbaya, untuk mengoptimalkan setiap rupiah bisa memberikan akibat ekonomi nan optimal.
"Tolong disampaikan ke daerah, jangan kebanyakan taruh duit di perbankan sehingga akibat ke ekonominya tidak terlalu terasa. Harusnya mereka optimalkan uangnya sehingga setiap duit nan kita tempatkan ke wilayah ekonominya bisa optimal terasa," ujar Purbaya saat rapat dengan Komite IV DPD RI di Gedung DPD pada Senin (14/9/2026).
Purbaya memaparkan bahwa kondisi finansial wilayah relatif baik dan saat ini wilayah mempunyai uanga Rp195,2 triliun.
"Sejalan dengan itu perlu percepatan untuk dieksekusi untuk ekonomi nan optimal," tegasnya.
Purbaya juga menekankan bahwa pihaknya terus memonitor kondisi finansial wilayah secara rutin tiap bulan. Jika nantinya ada kegunaan fiskal wilayah nan tidak berjalan, Purbaya sendiri mengaku bakal ikut turun tangan.
"Kalau ada indikasi gangguan kita bakal hadap Presiden untuk solusi itu. Agustus lampau disalurkan Rp20,5 triliun support biaya pusat sesuai APBD. Itu belum dihitung dengan TKD," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Purbaya juga mengatakan transfer ke wilayah (TKD) pada tahun depan mengalami peningkatan sebesar Rp 42 triliun alias 6,06% dari pagu awal tahun 2026. Dengan demikian, total shopping pusat mencapai Rp 735 triliun pada tahun depan, dibandingkan Rp 696,89 triliun pada 2026.
Purbaya pun mengatakan transfer ke wilayah selalu meningkat. Bahkan, pada tahun depan, shopping pusat nan dinikmati oleh wilayah meningkat sebesar Rp 85 triliun.
"Belanja pusat nan dinikmati pemerintah wilayah meningkat menjadi Rp 1.445 triliun rupiah alias naik sebesar Rp 85 triliun rupiah, tahun lampau itu hanya Rp 1.300 triliunan," kata Purbaya, Senin (14/9/2026).
Jadi ketika tahun lampau TKD dikurangi sebesar Rp 200 triliun, shopping pusat nan dinikmati wilayah naik Rp 400 triliun pada 2026 dan naik lagi sebesar Rp 85 triliun pada 2027.
"Secara total nett-nya duit nan dibelanjakan wilayah tidak pernah berkurang," ujarnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·