
Pembalap Tim Aprilia Racing, Jorge Martin. (Foto: Instagram/aprilia)
MISANO – Pembalap Tim Aprilia Racing, Jorge Martin, kudu menelan pil pahit setelah kesempatan kemenangannya di MotoGP San Marino 2026 sirna akibat masalah arm pump nan parah pada lengan kanannya. Kondisi tersebut membuatnya kehilangan kendali atas motor di paruh kedua balapan utama di Sirkuit Misano, Italia, Minggu 13 September 2026 kemarin.
Sang Juara bumi MotoGP 2024 itu sempat tampil luar biasa dan menjadi kandidat kuat pemenang dalam balapan 27 lap tersebut. Ia apalagi sempat mendahului rival utamanya, Marc Marquez (Ducati Lenovo), di awal balapan dan mencatatkan ritme nan sangat nyaman di posisi terdepan.
Namun, situasi berbalik drastis ketika lengan kanannya mulai bermasalah saat melakukan pengereman dan membuka gas. Performa Martin terus merosot lap demi lap hingga akhirnya kudu puas finis di posisi kelima, nan membikin posisinya di puncak klasemen sekarang kembali disamakan oleh Marquez.
Selepas balapan, pembalap asal Spanyol itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya lantaran masalah bentuk mendadak tersebut merusak momentum besar nan sudah dia bangun di Sirkuit Misano.
"Saya mengalami masalah besar dengan arm pump. Ini sangat disayangkan. Saya pikir kami kehilangan kesempatan besar hari ini. Saya merasa sangat baik. Saya memulai dengan langkah nan luar biasa," ungkap Martin, dikutip dari Crash, Senin (14/9/2026).
Jorge Martin. (Foto: Instagram/aprilia)
1. Operasi di Tengah Perburuan Gelar
Kondisi bentuk nan mengkhawatirkan ini sekarang menghadirkan dilema besar bagi Martin. Masalah otot lengan tersebut baru dirasakannya kembali sejak terakhir kali menjalani operasi pada tahun 2019 silam.
Dengan padatnya almanak balap musim ini, Martin kudu mempertimbangkan secara matang apakah opsi naik meja operasi kudu diambil alias dia bisa mencoba memperkuat hingga akhir musim demi menjaga kesempatan juara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·