Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, telah mengucurkan biaya Rp 8 triliun untuk stabilisasi pasar obligasi.
Langkah ini dilakukan untuk membantu Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Caranya dengan membeli kembali alias buy back surat utang negara nan dilepas oleh penanammodal asing.
Dengan langkah itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas imbal hasil alias yield surat berbobot negara (SBN) di pasar obligasi.
"Mungkin Rp 8 triliun lebih, nan di obligasi ya," kata Purbaya di area Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Purbaya menegaskan, sebetulnya pemerintah tidak berencana mengungkapkan pembaruan realisasi kebijakan stabilisasi pasar obligasi ini.
Namun, menurutnya kebijakan ini sudah memberikan akibat nyata pada stabilitas yield SBN tenor referensi 10 tahun. Saat ini, imbal hasil surat utang tenor referensi itu tetap terus bergerak di kisaran 6,7%.
"Enggak apa-apa biar Anda tahu saya intervensi sedikit. Terus 10 tahun relatif stabil," ujar Purbaya.
Sebagaimana diketahui, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian tertekan pada perdagangan siang ini, Kamis (4/6/2026). Setelah menembus level psikologis Rp18.000/US$, mata duit Garuda sekarang bergerak semakin jauh di atas level tersebut.
Merujuk info Refinitiv, per pukul 11.30 WIB, rupiah melemah 0,56% ke level Rp18.040/US$.
Pelemahan ini semakin dalam dibandingkan posisi sebelumnya. Pada pukul 09.11 WIB, rupiah sudah lebih dulu menembus level psikologis Rp18.000/US$ dan berada di Rp18.015/US$ alias terdepresiasi 0,42%.
Tekanan terhadap rupiah juga sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah dibuka melemah 0,11% ke level Rp17.960/US$.
Dengan posisi di Rp18.040/US$, rupiah kembali mencetak level terlemah sepanjang masa terbaru terhadap dolar AS. Pelemahan ini sekaligus melanjutkan tekanan tajam pada perdagangan sebelumnya, Rabu (3/6/2026), ketika rupiah ditutup melemah 0,62% ke level Rp17.940/US$.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·