Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |18:19 WIB

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tetap mengalami tekanan. (Foto: Okezone.com/DPR)
JAKARTA - Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tetap mengalami tekanan akibat aspek eksternal.
Meski ekonomi kuartal II banyak diproyeksikan melemah, angkanya tidak jauh dari kisaran 5,4-5,6 persen. Hal ini dikarenakan adanya bauran kebijakan fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program support sosial.
"Prediksinya (lembaga survei) di bawah 5,6 persen, tetapi tidak jauh juga dari 5,4 persen. Jadi melambat, tetapi tidak parah-parah," kata Purbaya dalam Rapat KSSK di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Meski demikian, Menkeu Purbaya mengakui tekanan dunia saat ini tetap membayangi perekonomian domestik. Hal tersebut terjadi lantaran bentrok di tengah ketidakpastian dunia nan belum mereda sehingga memicu lonjakan nilai daya dunia dan dalam negeri.
"Memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi bentrok geopolitik, kenaikan nilai daya nan tinggi, volatilitas pasar finansial global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal," lanjut Purbaya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·