Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan bakal bergerak lebih sigap dibandingkan capaian sebelumnya.
Ia menyatakan, sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen nan dianggap terlalu tinggi oleh sebagian pihak sudah mulai terlihat realistis.
“Jadi pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi. Kalau untuk saya (pertumbuhan 8 persen) sudah nyaris kelihatan. Nanti dua tahun, tiga tahun lagi Anda sudah memandang itu. Angka 8 persen sudah nyundul-nyundul ke atas,” sebut Purbaya dalam sambutannya di aktivitas Pembukaan Pekan Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (27/4).
Setelah Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,39 persen pada kuartal sebelumnya, ekonomi diproyeksikan bisa tumbuh di atas 5,5 persen pada kuartal pertama dan kedua tahun ini.
“Kuartal pertama mungkin bakal tumbuh 5,5 persen ke atas. Kuartal kedua juga seperti itu. Di tengah gejolak ekonomi dunia nan tidak jelas itu, kita bisa bisa menciptakan pertumbuhan domestik nan cukup baik,” tutur Purbaya.
Ia menegaskan, pergerakan bursa saham juga sangat berjuntai pada esensial ekonomi. Purbaya yakin, langkah reformasi nan sedang dijalankan pemerintah saat ini dilakukan secara serius dan nyata.
“Kalau ekonominya bagus terus, walaupun sekarang banyak buletin negatif nan jelek-jelekin saya katanya. Tapi saya tahu betul, nan kita jalankan enggak main-main,” ucap Purbaya.
Ia pun menyebut penerimaan pajak pada tiga bulan pertama tahun ini telah tumbuh sebesar 20 persen, nan diikuti dengan langkah reformasi di sektor kepabeanan serta bagian lainnya. Program pembangunan pemerintah juga bakal melangkah lebih cepat.
“Ceteris paribus, dengan keadaan nan sama, tanpa reformasi industri nan berlebihan, kita bisa tumbuh 6 persen dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja. Itu modal awal,” terangnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·