Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menganggap, pemerintah memerlukan pertumbuhan ekonomi nan sigap agar lapangan kerja bisa semakin banyak menyerap angkatan kerja di Indonesia.
Ia mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi nan ideal adalah sebesar 6,7% agar seluruh masyarakat nan baru masuk usia kerja alias fresh graduate bisa terserap lapangan kerja.
"Jadi jika hitungan kita tuh, Sebenarnya ya, untuk menyerap tenaga kerja nan masuk ke usia kerja, itu kita tumbuh 6,7%," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Adapun hingga saat ini, Purbaya menganggap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap jauh di bawah sasaran ideal penyerapan tenaga kerja itu. Pada kuartal I-2026, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia baru sebesar 5,61% dan kuartal II-2026 mencapai 5,29%.
"Sekarang kita di bawah itu, jadi tetap ada nan enggak terlihat lantaran enggak terserap masuk. Apalagi nan lama-lama itu. Jadi kita memang kudu tumbuh lebih sigap untuk menyerap ke tempat kerja itu," paparnya.
Untuk merealisasikan laju pertumbuhan ekonomi itu, Purbaya menganggap tidak ada langkah lain, selain mengoptimalkan peran fiskal pemerintah, didukung oleh kebijakan moneter nan akomodatif, dan suasana upaya nan kondusif.
"Caranya, saya kudu bekerja lebih keras, serta memastikan kebijakan fiskal dan moneter melangkah selaras. Semua halangan betul-betul dihilangkan," tegas Purbaya.
Berdasarkan info Struktur Ketenagakerjaan Indonesia Mei 2026 nan dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah masyarakat usia kerja di Indonesia sebanyak 220,23 juta orang, alias bertambah 689 ribu orang masyarakat usia kerja baru dibanding Februari 2026.
Dari total masyarakat usia kerja itu, nan merupakan angkatan kerja sebanyak 155,41 juta orang alias bertambah 497 ribu orang. Terdiri dari masyarakat bekerja 148,19 juta orang alias bertambah 522 ribu orang, dan pengangguran 7,22 juta orang alias berkurang 24 ribu orang.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·