Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bakal kembali menambah likuiditas ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) .
Sebelumnya, biaya nan berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) itu sempat ditarik dan kembali ke Bank Indonesia (BI). Namun, ketika ada penarikan, Purbaya menerima laporan bahwa ada kekeringan likuiditas di Himbara.
“Itu kan di sana sudah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka, saya bakal kembalikan lagi duit pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah. Tadinya Rp 200 (triliun), saya tambah Rp 100 (triliun). Nanti ada nan Rp 100, Rp 75, Rp 100 triliun, lebih fleksibel. Jadi bakal cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya kembang di pasar bakal turun. Ekonomi siap lari lagi,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta pada Jumat (26/6).
Adapun jumlah biaya SAL nan ada di Bank Indonesia (BI) saat ini adalah Rp 590 triliun. Total, jumlah biaya nan bakal dikucurkan kembali ke bank Himbara menurut Purbaya adalah Rp 400 triliun.
"Jadi Rp 200 (triliun) nan jangka panjang, tambah Rp 100 (triliun) lagi mungkin nan jangka 3-4 bulan ya. Terus tambah lagi nan elastis Rp 100 (triliun) lagi. Jadi Rp 400 (triliun)," kata Purbaya.
“Rp 590 triliun sekarang. Total Rp 400 triliun sekian (yang bakal dikucurkan) kita punya Rp 590 triliun cash, kebanyakan,” lanjutnya.
Kebijakan ini juga menurut Purbaya bukan langkah nan dia tetapkan sendiri. Ia sudah melakukan koordinasi dengan Presiden Prabowo. Dari koordinasi itu, Prabowo mau perekonomian tetap jalan.
“Kalau ekonominya melambat, orang takut penanammodal keluar, kira-kira gitu. Kalau kita kembali kan, prospek ekonomi kembali lagi kan, bakal lari lagi. Ya orang condong investasi di negara nan ekonominya bakal lari. Akibatnya rupiah bakal menguat lagi, itu teorinya,” kata Purbaya.
Terkait kucuran kembali untuk bank Himbara, Purbaya juga sudah menemui para kepala utama bank HImbara pada Jumat (2/6). Hasilnya, para kepala utama merespons kebijakan Purbaya itu dengan baik.
“Dia (para kepala utama) nari-nari. Mereka datang ke tempat rapat tadi deg-degan, udah mau marah segala macam. Begitu saya kasih begitu ya mereka happy, kepalanya jadi nggak berkepul katanya,” ujarnya.
Sebelumnya, biaya SAL di bank Himbara sempat ditarik. Penarikan tersebut dilakukan secara bertahap. “[SAL] sudah [dikembalikan bertahap]” ujar Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, saat ditemui di Kantor Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu, Jakarta, Rabu (24/6).
Pemerintah sempat menambah kucuran biaya SAL ke perbankan sebanyak Rp 100 triliun jelang lebaran Idul Fitri 2026. Tujuannya menjaga likuiditas sistem finansial di tengah kenaikan imbal hasil obligasi.
Di samping itu, pemerintah sebelumnya telah lebih dulu menempatkan biaya Rp 200 triliun di perbankan. Dengan tambahan jelang lebaran, total likuiditas nan digelontorkan mencapai Rp 300 triliun.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·