Jakarta -
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengungkapkan bahwa India telah meminta Indonesia untuk memperbesar ekspor sejumlah produk agro, mulai dari kacang mete, gambir, hingga pinang. Ia mengatakan permintaan tersebut menjadi salah satu kesempatan nan mau dimanfaatkan Indonesia melalui keanggotaan di BRICS.
Pasalnya, kata Faisol, negara-negara BRICS merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia untuk diekspor. Sejumlah negara personil BRICS juga tercatat banyak mengimpor crude palm oil (CPO) dari Indonesia.
"Kita tahu India misalnya hari ini 1,8 miliar penduduk, memerlukan banyak sekali produk agro. Mereka sudah meminta kita untuk memperbesar ekspor kacang mete, memperbesar juga ekspor gambir, pinang dan produk-produk hulu agro," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (10/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisol menambahkan, pemerintah Indonesia juga telah menawarkan beragam produk olahan berbasis agro ke India. Tawaran itu, kata Faisol, mendapat respons positif.
Hanya saja, kata Faisol, dalam perdagangan ini India meminta Indonesia melakukan relaksasi terhadap sejumlah patokan perdagangan nan intinya produk India juga bisa diterima di Indonesia. Permintaan itu berangkaian dengan posisi neraca perdagangan Indonesia nan saat ini surplus terhadap India.
"Mereka mau agar ada balance sehingga mereka mau ekspor mereka ke India juga meningkat. Tapi jangan terlalu pesimis lantaran jika memandang pasar India itu enam kali lipat daripada pasar dalam negeri kita. Sejauh resiprokal diterapkan saya kira bakal menguntungkan buat produk-produk Indonesia ke India," ujarnya.
"Ini sebagai salah satu contoh gimana BRICS juga bisa menjadi ruang bagi produk kita ke negara-negara personil BRICS nan selama ini mungkin tetap belum terlalu besar," sambungnya.
(fdl/fdl)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·