Ompreng MBG Wajib Diberi Label Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) bakal memberlakukan patokan baru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai pekan depan, setiap wadah alias ompreng makanan MBG wajib diberi label pemisah waktu konsumsi.

"Selain itu mulai minggu depan ini kami bakal memberlakukan tanggungjawab untuk menuliskan di setiap omprengnya itu, itu ada tanda alias ada ada peringatan untuk dikonsumsi sebelum jam berapa," ujar Kepala BGN Sudaryono dikutip dari akun IG pribadi-nya @sudaru_sudaryono, Senin (10/8/2026).

Sudaryono menilai pembimbing mempunyai peran nan krusial dalam program MBG. Ia meminta agar para pembimbing untuk makan berbareng menu MBG dengan siswa di sekolah. Menurut Sudaryono, langkah ini menjadi arena edukasi adab, kedisiplinan antre, dan kebersihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, para pembimbing diminta untuk memastikan makanan tidak dikonsumsi andaikan sudah melewati pemisah waktu nan tertera pada ompreng. Aturan ini bertindak baik bagi para guru, peserta didik, maupun anak didik di sekolah.

"Bapak Ibu pembimbing sebagai perannya kami minta sebagai organoleptik nan terakhir. Manakala tidak layak, itu kemudian wajib hukumnya tidak dibagikan," tambah ia.

Langkah ini diambil usai memandang kebiasaan sejumlah siswa nan kerap membawa pulang makanan MBG mereka lantaran mau berbagi dengan family di rumah. Padahal, makanan seperti telur, ayam, dan ikan sangat rentan lama alias rusak jika dibawa pulang tanpa penanganan nan tepat.

Menurut Sudaryono, kebiasaan membawa pulang makanan ini sempat memicu kasus keracunan di beberapa titik. Akibatnya, orang tua di rumah ikut keracunan akibat mengonsumsi makanan nan sudah rusak. Untuk itu, dia juga meminta para pembimbing memberikan edukasi kepada orang tuanya mengenai ancaman mengonsumsi makanan nan sudah lewat pemisah waktu.

"Sekali lagi keamanan itu menjadi nan paling utama dulu. Ada siswa nan keingat ibunya dia bawa pulang. Nah itu, saya berambisi ya itu kemudian dicatat nama siswanya dan orang tuanya dikasih tahu. Maksud saya, dikasih tahu untuk bahwa ini makanan rawan loh, jika dimakan bisa, bisa menimbulkan sakit perut ya, bisa menimbulkan keracunan lantaran jika dibawa pulang sudah rusak," katanya.

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance