Puluhan Siswa Keracunan, SDN 2 Cipeundeuy Padalarang Terapkan PJJ

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Puluhan Siswa Keracunan, SDN 2 Cipeundeuy Padalarang Terapkan PJJ Suasana di salah satu akomodasi kesehatan saat sejumlah siswa SDN 2 Cipendeuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan.(MI/DEPI GUNAWAN)

SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul terjadinya keracunan siswa setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gejala keracunan diketahui pihak sekolah pada Kamis (10/9) saat beberapa siswa mengalami muntah dan diare. Berselang sehari kemudian, sejumlah siswa terpaksa kudu mendapat penanganan medis lantaran mengalami gejala.

Kepala SDN 2 Cipeundeuy, Ratna Susilowati menjelaskan, kebijakan PJJ selama satu hari dilakukan atas pengarahan pengawas bina dan Dinas Pendidikan sebagai bagian dari proses observasi terhadap kondisi siswa.

"Hal itu berasas pengarahan dari pengawas bina dan Dinas Pendidikan. Untuk hari ini, pembelajaran jarak jauh dilakukan terlebih dulu selama satu hari untuk observasi," ungkapnya, Senin (14/9).

Dia menyatakan, penerapan PJJ juga untuk memberikan kesempatan kepada pihak sekolah memantau kondisi siswa nan tetap menjalani perawatan maupun mereka nan berada di rumah.

Menurut Ratna, berasas pendataan sementara, terdapat 45 orang nan mengalami indikasi keracunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 siswa nan tidak masuk sekolah telah mendapatkan pengobatan di klinik dan sudah diperbolehkan pulang.


MASIH DIRAWAT


Sementara itu, sebanyak 17 orang sempat mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan suntikan serta obat, empat orang di antaranya diperbolehkan pulang.

"Untuk info nan sudah disampaikan, sampai saat ini ada 15 orang anak dan satu orang pembimbing nan tetap dirawat," ujarnya.

Para siswa dan pembimbing nan tetap menjalani perawatan tersebar di sejumlah akomodasi kesehatan. Satu orang dirawat di Harapan Sehat, satu orang di Permata Merdeka, sedangkan lainnya mendapat perawatan di IMC dan Cibabat.

Ratna menyebutkan, para siswa sebelumnya menerima makanan dalam program MBG selama tiga hari berturut-turut, ialah Rabu hingga Jumat.

Pada hari Rabu, menu nan dibagikan berupa nasi, ayam kecap, dan semangka. Kemudian pada Kamis, siswa mendapatkan jatah kentang goreng, telur, dan jeruk. Sementara menu Jumat terdiri atas nasi dan chicken ball.

Meski demikian, selama tiga hari tersebut pihak sekolah tidak menerima keluhan dari siswa mengenai kondisi makanan nan dibagikan.

"Tiga hari itu tidak ada komplain anak-anak soal aroma alias tekstur mencurigakan dari menu MBG," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia