Dalam laporan kinerja, DPR mencatat telah menyelesaikan 16 Rancangan Undang-Undang menjadi Undang-Undang sepanjang Tahun Sidang 2025-2026.
DPR juga menggelar 1.377 rapat, terdiri atas 332 rapat kegunaan legislasi, 309 rapat kegunaan anggaran dan 736 rapat kegunaan pengawasan.
Namun, Puan menegaskan banyaknya pekerjaan tersebut bukan tujuan akhir. Sebagai wakil rakyat, DPR kudu memastikan hasil kerjanya mempunyai makna bagi kehidupan masyarakat.
“Kinerja DPR RI sebagai wakil rakyat, pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak nan dikerjakan, bakal tetapi seberapa berfaedah hasil kerja DPR RI bagi kehidupan rakyat,” katanya.
Puan juga menyatakan DPR terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari proses memperbaiki keahlian lembaga perwakilan.
“Karena itu, DPR RI terbuka terhadap masukan, kritik dan beragam kalangan masyarakat,” ujar Puan.
Menurutnya, kritik tidak semestinya dianggap sebagai corak jarak antara DPR dan rakyat.
“Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR, melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis nan menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan realita hidup rakyat,” katanya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·