Honda tengah menjalankan program efisiensi biaya besar-besaran senilai lebih dari USD 9 miliar alias setara Rp 158 triliun dalam empat tahun ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki keahlian upaya otomotif nan tetap tertinggal dari sejumlah pesaing asal China.
Dari laporan Reuters, performa itu tetap diproyeksi tertinggal dibanding rival asal Negeri Tirai Bambu, BYD. Perusahaan tersebut labanya belakangan tumbuh lebih tinggi berkah nilai jual nan jauh lebih murah.
Pemangkasan biaya tersebut bakal dilakukan selama empat tahun hingga tahun 2030. Berdasarkan perkiraan Visible Alpha, nilainya mencapai sekitar 2,45 miliar dolar AS (setara Rp 43 triliun) per tahun.
Jika sasaran tersebut tercapai, margin operasi upaya mobil Honda diperkirakan bisa kembali di atas 5 persen pada tahun 2030. Angka itu bakal mendekati keahlian terbaik Honda dalam satu dasawarsa terakhir nan terjadi pada tahun 2017.
Honda sendiri meminta para pemasoknya memangkas nilai komponen hingga 30 persen di tiga kategori utama, ialah komponen pressed and forged, komponen elektrikal, dan komponen untuk kendaraan berbasis software (SDV).
Adapun, langkah pemangkasan biaya ini tetap kalah garang dibanding nan dilakukan Nissan. Perusahaan itu menargetkan penghematan biaya tetap dan variabel sebesar 500 miliar yen (sekitar Rp 57,2 triliun) alias nyaris 4 persen dari proyeksi pendapatan grupnya.
Performa Honda juga tetap berjarak dengan BYD. Margin operasi BYD diperkirakan bisa menembus 7 persen pada tahun 2029. Pada periode nan sama, pasar memperkirakan BYD dapat menjual sekitar 7 juta kendaraan. Angka tersebut nyaris dua kali lipat dari proyeksi penjualan Honda pada tahun fiskal nan sama.
Sebagai respons, Honda mengalihkan konsentrasi pengembangan produknya dari mobil listrik murni ke mobil hybrid bensin-listrik. Perusahaan tetap menghadapi tantangan dari sisi skala penjualan. Pangsa pasar perusahaan di sejumlah pasar utama, termasuk Asia Tenggara, terus mendapat tekanan dari merek China.
Sementara itu, BYD dan produsen EV asal Negeri Tirai Bambu lainnya terus memperbesar pangsa pasar di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Eropa. Kombinasi baterai dan software nan lebih canggih, dipadukan dengan nilai jual nan murah, membikin merek-merek asal China ini susah disaingi produsen Jepang.
Di sisi lain, upaya sepeda motor menjadi salah satu penopang Honda saat upaya mobilnya tetap menghadapi tekanan. Pada kuartal nan berhujung Juni, upaya sepeda motor Honda mencatat margin operasi 20,5 persen.
Angka tersebut sekitar empat kali lebih tinggi dibandingkan margin operasi upaya mobil Honda. Karena itu, Honda tetap perlu memperbaiki keahlian upaya mobil agar pemangkasan biaya tersebut betul-betul berakibat pada perusahaan.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·