Presiden AS Tiba-Tiba Jatuh Pingsan dan Muntah-Muntah

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik nan menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa sekarang lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi kesehatan seorang presiden Amerika Serikat biasanya menjadi perihal nan sangat dijaga lantaran dapat berangkaian dengan stabilitas politik hingga persepsi publik.

Namun, situasi berbeda terjadi pada 8 Januari 1992 ketika Presiden George H. W. Bush mengalami kejadian tak terduga dalam kunjungan kenegaraannya ke Jepang.

Peristiwa tersebut berjalan saat Bush menghadiri jamuan makan malam kenegaraan nan diselenggarakan Perdana Menteri Jepang Kiichi Miyazawa di Tokyo. Ketika duduk di meja utama berbareng para tamu, Bush tiba-tiba terlihat kehilangan tenaga. Tak lama kemudian, dia muntah hingga mengenai Miyazawa sebelum akhirnya jatuh dari kursinya ke lantai.

Jamuan nan sebelumnya berjalan dalam suasana resmi pun mendadak berubah menjadi kepanikan. Miyazawa berbareng sejumlah pemasok Secret Service segera memberikan pertolongan kepada Bush nan sempat terlihat tidak sadarkan diri selama beberapa menit. Para tamu nan berada di letak pun menyaksikan langsung gimana presiden AS tiba-tiba jatuh sakit di tengah aktivitas kenegaraan.

Beruntung, Bush segera siuman. Dia bangkit, tersenyum, apalagi sempat mengacungkan jempol kepada para tamu sebagai tanda dirinya baik-baik saja. Setelah itu, dia meninggalkan aktivitas untuk beristirahat di suite pribadinya di Istana Akasaka.

Menurut situs History, master kepresidenan kemudian memastikan Bush mengalami gastroenteritis akut, semacam gangguan lambung dan usus nan memicu mual hebat. Apakah lantaran makan sushi? Tidak bisa ditebak pasti. Sebab, 1-2 hari sebelumnya, agenda Bush memang sangat menguras energi.

Keesokan harinya, kondisinya disebut pulih dan dia kembali menjalani agenda kenegaraan seperti biasa.

Namun, akibat politik dari kejadian itu tak berakhir di ruang jamuan makan. Dalam pemberitaan New York Times, rekaman Bush muntah dan pingsan tersebar luas ke seluruh dunia, memicu gelombang olok-olok dari media hingga aktivitas komedi malam di AS. Di tengah tahun politik, kejadian tersebut ikut memperkuat gambaran Bush sebagai sosok nan mulai menua dan tidak lagi sekuat sebelumnya.

Sebaliknya, penantangnya dari Partai Demokrat, Bill Clinton, tampil dengan gambaran jauh lebih muda, enerjik, dan penuh vitalitas. Kontras itu menjadi untung besar bagi Clinton dalam membangun persepsi publik.

Meski tentu bukan satu-satunya faktor, momen memalukan di Tokyo itu kerap disebut sebagai salah satu simbol melemahnya gambaran Bush menjelang pemilu 1992. Pada November tahun nan sama, Bush akhirnya kalah dalam upaya merebut masa kedudukan kedua, sementara Clinton melenggang ke Gedung Putih.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News