Ketua DPR Puan Maharani membantah dugaan pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu dilakukan secara tertutup.
Ia menegaskan komunikasi politik nan berjalan selama ini tetap dilakukan secara terbuka, baik melalui jalur umum maupun informal.
“Kalau mengenai dengan RUU Pemilu memang perihal itu kan ada pemisah waktunya dan komunikasi-komunikasi politik tetap kami lakukan di partai politik, dan itu tidak dilakukan tertutup,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4).
Puan menjelaskan, dalam dinamika politik, komunikasi antar pemangku kepentingan merupakan perihal nan wajar dan dapat dilakukan dalam beragam bentuk.
Menurutnya, tidak semua komunikasi kudu berjalan dalam forum resmi, namun perihal itu tidak berfaedah dilakukan secara tertutup.
“Namanya komunikasi itu kan bisa dilakukan secara umum dan informal, namun komunikasi politik tetap selalu dilakukan,” tutur dia.
Ia menekankan nan terpenting dalam pembahasan RUU Pemilu adalah menjaga semangat kerakyatan agar tetap melangkah dengan baik, termasuk memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan jujur dan adil.
“Intinya semangatnya itu adalah agar nantinya pemilu itu bisa melangkah dengan jujur, adil, kemudian melangkah dengan baik. Semangat demokrasinya itu tetap jangan merugikan bangsa dan negara,” kata dia.
Sementara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut pembahasan RUU Pemilu tidak perlu dilakukan secara terburu-buru.
Ia meminta partai politik melakukan simulasi terlebih dulu agar patokan nan dihasilkan lebih matang.
“Kenapa mau cepat-cepat Pemilu?” tutur Dasco.
Ia menegaskan tahapan pemilu tidak berjuntai pada keberadaan undang-undang baru lantaran tetap dapat melangkah menggunakan izin nan lama.
“Loh, tahapan itu enggak ada kaitannya dengan Undang-Undang Pemilu. Dengan Undang-Undang Pemilu nan lama, tahapan itu tetap bisa jalan. Kita kan sudah bolak-balik itu Undang-Undang Pemilu digugat, MK batalin, MK mutusin pilih ini-ini, kemudian MK putusin lagi nan lain kan gitu. Sehingga sekali ini, ya tolong kita bersabar semua,” jelasnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·