Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |18:33 WIB

Hingga saat ini, aktivitas operasional di sebagian wilayah Belitung tetap mengalami gangguan dan belum kembali melangkah secara normal. (Foto: Okezone.com/BP BUMN)
JAKARTA – PT Timah (Persero) Tbk buka bunyi mengenai tindakan masyarakat di Kabupaten Belitung Timur.
Corporate Secretary PT Timah (Persero) Tbk Ruddy Nursalam mengatakan, perusahaan memahami bahwa aktivitas pertambangan timah mempunyai keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah operasional perusahaan. Oleh lantaran itu, seluruh pihak diharapkan mengedepankan komunikasi terbuka dan perbincangan konstruktif dengan para pemangku kepentingan dalam mencari solusi atas beragam dinamika nan berkembang.
"Kami menghormati aspirasi nan disampaikan masyarakat. Bagi kami, komunikasi dan perbincangan merupakan pendekatan nan paling tepat untuk membangun kesepahaman serta menjaga situasi nan kondusif di wilayah operasional. Perusahaan menyesalkan kejadian perusakan nan menimbulkan kerugian bagi kita semua. Menyikapi perihal tersebut, perusahaan bakal terus berupaya dan berkoordinasi untuk mencari solusi dalam konteks kepentingan seluruh pihak sesuai dengan ketentuan nan berlaku," ujar Ruddy, Sabtu (8/8/2026).
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, perusahaan telah mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian atas adanya keadaan kahar (force majeure). Langkah-langkah nan dilakukan meliputi pemindahan personel, pengamanan letak berbareng abdi negara berwenang, serta upaya pemulihan secara berjenjang untuk memastikan keselamatan pekerja dan keamanan aset perusahaan.
PT Timah memastikan seluruh tenaga kerja berada dalam kondisi kondusif dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·