PSSI Usut Perundungan Beckham Putra, Pelaku Terancam Larangan Masuk Stadion

Sedang Trending 2 jam yang lalu
PSSI Usut Perundungan Beckham Putra, Pelaku Terancam Larangan Masuk Stadion PSSI selidiki perundungan terhadap Beckham Putra di FIFA Matchday Juni 2026.(Dok. Antara)

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil langkah tegas menyikapi dugaan perundungan nan menimpa gelandang timnas Indonesia, Beckham Putra, pada laga FIFA Matchday 2026. Federasi sekarang tengah memburu identitas pelaku dan menyiapkan hukuman berat berupa larangan masuk ke stadion.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian nan menimpa pemain asal Persib Bandung tersebut. Menurutnya, tindakan oknum suporter tersebut sangat tidak etis dan mencederai semangat sportivitas saat mendukung skuad Garuda.

"PSSI sangat menyesalkan kejadian ini nan terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan nan diterima pemain timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis," ujar Yunus Nusi di Jakarta, Rabu (10/6).

Yunus menekankan bahwa Beckham merupakan aset masa depan sepak bola nasional nan kudu dilindungi. Sebagai langkah konkret, PSSI telah menginstruksikan panitia pertandingan untuk melakukan investigasi menyeluruh melalui rekaman CCTV dan kamera stadion guna mengidentifikasi oknum nan melakukan penghinaan.

Sanksi Tegas dan Publikasi Identitas

Federasi tidak main-main dalam memberikan pengaruh jera. Yunus mengungkapkan bahwa pihaknya bakal melaporkan temuan ini kepada Ketua Umum PSSI dan Komite Eksekutif untuk menjatuhkan hukuman pelarangan menghadiri pertandingan timnas Indonesia di masa mendatang.

"Kami bakal berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka bakal kami larang masuk stadion saat timnas Indonesia bertanding. Bila diperlukan, foto dan identitas wajah nan berkepentingan bakal kami rilis alias dipasang di sekitar stadion," tegasnya.

Rivalitas Klub Jangan Dibawa ke Timnas

Lebih lanjut, PSSI mengingatkan para suporter agar bisa memisahkan rivalitas antarklub dengan support untuk tim nasional. Yunus meminta seluruh komponen pendukung berasosiasi tanpa memandang latar belakang klub asal pemain saat mereka mengenakan seragam Merah Putih.

"Apa pun rivalitas di level klub, jangan dibawa ke timnas. Kita memerlukan para pemain bermain dengan nyaman, menikmati pertandingan, dan bisa memberikan keahlian terbaiknya," pungkas Yunus. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia