PSEL Legok Nangka Siap Olah Sampah Jadi Listrik 40,79 Megawatt

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
PSEL Legok Nangka Siap Olah Sampah Jadi Listrik 40,79 Megawatt Petugas DLH Provinsi Jawa Barat memeriksa kualitas udara di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/2/2025). TPPAS Legok Nan(ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nz)

FASILITAS Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik alias PSEL Legok Nangka ditargetkan dapat mengolah timbunan 2.131 ton sampah nan setiap hari berasal dari enam kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sampah tersebut tidak lagi hanya berhujung di tempat pemrosesan akhir, tetapi diolah menjadi listrik berkapasitas 40,79 megawatt.

Proyek waste-to-energy senilai US$400 juta alias sekitar Rp7,2 triliun ini dirancang berkapasitas 40,79 megawatt. Selama 41 bulan masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap 1.565 tenaga kerja dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO2 ekuivalen.

Seperti diberitakan, pembangunan proyek di area Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, itu dimulai pada Rabu, 29 Juli 2026.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot mengatakan pengelolaan sampah perkotaan secara menyeluruh merupakan petunjuk Presiden Prabowo Subianto.

"Sebagaimana telah instruksikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam banyak kesempatan untuk menyelesaikan persoalan sampah perkotaan secara menyeluruh sebelum tahun 2029 melalui skema hulu hilir dan dapat menjadikan sampah sebagai sumber daya (Waste to Energy)," kata Yuliot dalam keterangan nan dikutip, Kamis (30/7).

Instruksi tersebut mendorong lembaga mengenai mencari solusi agar persoalan sampah perkotaan tidak berlarut. Hal itu mengingat timbunan nan tidak tertangani berpotensi menimbulkan masalah lingkungan seperti longsor dan kebakaran.

Yuliot berambisi PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi daya nan bisa diterapkan di beragam daerah. "Dengan kapabilitas pembangkit nan signifikan dan support penyelenggaraan investasi, proyek ini diharapkan memberikan faedah nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan daya bersih, pembuatan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," tuturnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia