PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2028, Olah 1.500 Ton Sampah per Hari

Sedang Trending 52 menit yang lalu
PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2028, Olah 1.500 Ton Sampah per Hari PSEL Bogor Raya 1 bakal beraksi pada pertengahan tahun 2028.(Doc Danantara)

PEMERINTAH pusat dalam perihal ini Danantara Indonesia menargetkan megaproyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1, di Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bisa beraksi pada pertengahan tahun 2028.

PSEL Bogor Raya 1 dikembangkan dan dijalankan oleh BUPP Nusantara Bogor New Energy. Secara resmi pembangunan PSEL nan dikelola Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), dimulai Kamis(17/9).

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia dalam laporannya menceritakan perjalanan PSEL Bogor Raya 1.

Ia mengatakan, pihaknya berbareng dengan seluruh kementerian/lembaga dan tentara bergerak sigap dan ahli untuk mengatasi darurat sampah di Indonesia termasuk di Bogor.

Sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025,  lanjutnya, Danantara Indonesia telah bergerak sigap untuk menindaklanjuti mandat pengembangan PSEL secara terstruktur dan tata ahli termasuk di Bogor Raya.

"Kita telah mencapai beberapa milestone penting. Pertama, proses pertimbangan nan ketat hingga pada 2 hingga 30 Januari 2026 menjadi langkah pertama kami di mana ada enam konsorsium nan menyerahkan proposal dan dievaluasi," ungkapnya.

Dari enam itu, lanjutnya hanya dua nan sukses lolos, dan dievaluasi pada tahap Februari 2026.

Kemudian, dilakukan penandatanganan Joint Venture Agreement pada bulan Maret 2026 dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pada bulan April 2026. Lalu, publikasi Proyek Strategis Nasional pada bulan Mei 2026.  

Pandu juga menjelaskan, bahwa pada proses seleksi, pihaknya didukung oleh tenaga mahir dan juga tata kelola. 

"Kita melibatkan lebih dari 60 tenaga mahir dan ahli dari beragam latar belakang," katanya.

Tim nan terlibat pun disebutnya mempunyai pengalaman pada beragam proyek PSEL internasional, termasuk di Asia Pasifik seperti Malaysia, Thailand, Tiongkok, Australia, dan di Eropa seperti di Irlandia, Jerman, serta di Timur Tengah dan Kuwait.

"Ada juga nan mempunyai pengalaman pada proyek PSEL dalam negeri. Keterlibatan tim Danantara dan tim mahir independen menunjukkan bahwa proses pemilihan ini terverifikasi dengan tata kelola nan baik dan dilakukan secara profesional, didukung oleh beragam skill seperti skill teknis operasional, hukum, finansial, dan lingkungan," bebernya.

Dia menjelaskan PSEL Bogor Raya 1 ini bakal mengelola hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi daya listrik di area Galuga dan sekitarnya.

TNI AD selaku pemilik lahan telah menandatangani surat Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor mengenai penggunaan lahan letak tersebut untuk pengembangan akomodasi PSEL.

Selanjutnya, proses hibah lahan bakal dilaksanakan guna memastikan status kepemilikan lahan berada pada Pemerintah Daerah nan tergabung dalam aglomerasi PSEL Bogor Raya 1.

Proyek PSEL nan dikelola Denera ini bakal menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System (APCS), insinerator ramah lingkungan minim emisi.

Pemilihan teknologi tersebut telah disesuaikan dengan karakter sampah Indonesia, dan dapat mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu nan singkat. Teknologi ini dirancang dengan standar lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), salah satu referensi pengendalian emisi industri nan paling ketat di dunia.

Jadi Pusat Riset

Lokasi PSEL Bogor Raya 1 juga ditargetkan menjadi pusat riset teknologi dan penemuan pengelolaan sampah terintegrasi.

Selain akomodasi pengolahan sampah, rencananya bakal dihadirkan pusat studi teknologi pengelolaan sampah modern. Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah transfer pengetahuan dan teknologi, sekaligus pengembangan ekosistem pengelolaan sampah modern di Indonesia.

Pada tahap implementasi, inisiatif ini diharapkan membuka kesempatan kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, untuk membangun ekosistem riset dan penemuan teknologi pengelolaan sampah nan ramah lingkungan. (DD)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia