PLN dan Pelindo Resmikan Onshore Power Supply 1 MVA di Tanjung Priok

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) berbareng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) dengan total kapabilitas 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Fasilitas ini menjadi unit pertama dari program pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok sebagai bagian dari sinergi kedua pihak dalam mendukung efisiensi dan dekarbonisasi sektor maritim.

Dua unit OPS nan dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan (joint venture) antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim tersebut masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA). Fasilitas ini memungkinkan kapal nan sedang bersandar mematikan mesin diesel dan beranjak menggunakan pasokan listrik nan lebih efisien dan bersih dari darat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas Onshore Power Supply (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkepanjangan di sektor maritim melalui pengembangan Green Port. Upaya ini menjadi penting, mengingat sektor maritim turut menyumbang emisi gas rumah kaca global, sementara sebagian besar emisi kapal di pelabuhan berasal dari penggunaan mesin diesel selama proses sandar.

"Kehadiran akomodasi OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan nan lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).

Dirinya menambahkan, penyediaan listrik untuk akomodasi OPS menunjukkan kesiapan prasarana kelistrikan PLN dalam mendukung kebutuhan daya di area pelabuhan. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat elektrifikasi sektor maritim nan memerlukan pasokan listrik andal untuk menunjang aktivitas operasional kapal selama berada di pelabuhan.

"Dukungan kelistrikan nan andal merupakan salah satu komitmen PLN dalam mengakomodir kebutuhan daya bersih di area pelabuhan maupun industri skala besar. Ini adalah corak sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan daya domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku upaya di bagian maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan," ucap Darmawan.

Direktur Utama PT Pelindo (Persero), Achmad Muchtasyar mengatakan, pengoperasian OPS menjadi bagian krusial dalam mendorong transformasi area pelabuhan menuju operasional nan lebih hijau dan efisien. Menurutnya, pemanfaatan listrik dari darat juga turut mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan nan lebih produktif dan berkelanjutan.

"OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan daya nan lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal. Kami mau membangun ekosistem pelabuhan nan tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan," kata Achmad.

Fasilitas OPS di DSN, Tanjung Priok ini menjadi nan pertama di Indonesia nan lulus uji standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025. Keandalannya telah teruji melalui serangkaian uji coba penyambungan penuh pada Juli lalu, nan memungkinkan seluruh genset kapal dimatikan selama bersandar. Melalui sistem OPS ini, listrik dari jaringan PLN disalurkan ke kapal melalui akomodasi konversi nan mendukung kebutuhan kapal dengan gelombang 50 hertz (Hz) maupun 60 Hz, sehingga bisa melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan.

Sementara Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia, Andriyuda Siahaan mengatakan, pengembangan OPS rencananya bakal dilakukan secara berjenjang mulai dari area Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 24 unit pada 2027 dan berpotensi direplikasi ke terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lain hingga mencapai 123 unit OPS pada 2050.

Melalui hasil uji coba OPS di Tanjung Priok, lanjut Andriyuda, menunjukkan adanya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) nan signifikan dalam satu kali sandar.

"Kita lakukan uji coba, tidak sampai 24 jam efisiensinya mencapai sekitar 700 liter (setara 50 hingga 60 persen per hari sandar). Tidak sampai 24 jam," ujar Andriyuda.

Ia menambahkan, faedah dari efisiensi tersebut bakal semakin besar andaikan penerapan OPS dilakukan secara lebih luas. Melalui penerapan penuh pada 24 unit berkapasitas total 12 MVA nan rencananya bakal dibangun, potensi penghematan BBM diperkirakan mencapai sekitar 4-5 juta liter per tahun, dengan potensi penurunan emisi hingga sekitar 8-10 ribu ton CO2 per tahun.

Selain menekan emisi karbon, penggunaan listrik dari darat juga mengurangi polusi udara, kebisingan, dan getaran nan ditimbulkan dari kapal selama bersandar. Dari sisi kualitas pasokan, hasil uji coba menunjukkan tegangan listrik juga berada pada level stabil.

"Hasil uji coba OPS di Tanjung Priok membuktikan bahwa elektrifikasi pelabuhan memberikan akibat nan terukur, mulai dari penghematan bahan bakar hingga 60 persen per hari sandar, penurunan emisi karbon sekitar 1,5 ton CO2 per hari sandar, hilangnya asap dan kebisingan genset, hingga kualitas daya listrik nan jauh lebih stabil bagi kapal," tutup Andriyuda.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News