Proyek PLTS 100 GW Segera Dimulai, Bali Jadi Lokasi Pertama

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) bakal dilakukan bertahap. Tahap pertama proyek ini bakal dimulai di Bali.

Bahlil bilang, peresmian pembangunan proyek PLTS 100 GW tahap pertama tetap menunggu agenda Presiden Prabowo Subianto.

"Nanti saya lagi usahakan meminta agenda Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt tahap pertama. Mungkin kita bakal buat di Bali," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta dikutip Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil mengatakan program PLTS 100 GW telah masuk ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Dengan begitu, dia menyakini proyek ini bakal melangkah lancar lantaran perencanaannya dilakukan secara matang.

"Kan kita buat masterplan dengan perencanaan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan percepatan pembangunan PLTS 100 GW dilakukan dengan mempersiapkan izin dasar. Seiring dengan itu pihaknya turut memprioritaskan penyediaan lahan sebagai salah satu aspek utama keberhasilan proyek.

"Terkait dengan kelistrikan, kita berupaya untuk memperkuat sistem kelistrikan secara nasional, dan di antaranya adalah eksekusi pengarahan Presiden untuk PLTS 100 gigawatt. Jadi jika proyek PLTS 100 gigawatt kita bakal lakukan percepatan dengan mempersiapkan basic izin dan segera mengeksekusi kesiapan lahan," kata Yuliot dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (1/6/2026).

Terkait kesiapan lahan, Kementerian ESDM berbareng lembaga mengenai telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.

Dari hasil identifikasi, terdapat sekitar 24.000 hektare (ha) lahan di Pulau Jawa nan berpotensi digunakan untuk pengembangan proyek tersebut

Pada tahap awal, proyek ini rencananya bakal dimulai dengan pembangunan 17 GW nan didukung oleh akomodasi battery energy storage system (BESS) sekitar 33 GW.

"Percepatan bakal kita mulai dengan membangun 17 gigawatt terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage alias BASE nan kita bangun sekitar 33 gigawatt," tutur Yuliot.

Pada 2026 ini pemerintah juga optimistis menargetkan penambahan 17 gigawatt daya terbarukan melalui PLTS dalam skala nasional. Target tersebut mencakup penambahan kapabilitas PLTS sekaligus pengurangan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

(hrp/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance