Apa Kabar Proyek Trans Papua 50 Km? Begini Progresnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena. Saat ini pengerjaan proyek sedang difokuskan untuk Segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50,14 km nan menghubungkan wilayah Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan dan jembatan merupakan fondasi untuk memperkuat konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi.

"Pengembangan jaringan jalan dan jembatan nan menghubungkan kota, pulau, hingga wilayah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung area industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan sistem pembayaran berbasis jasa alias Availability Payment (AP). Pekerjaan bangunan ruas ini telah dimulai sejak Juli 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres bentuk konstruksinya telah mencapai 51,59%, meliputi pekerjaan pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan struktur perkerasan jalan, drainase, jembatan, gedung pelengkap, pekerjaan tanah, pengamanan lereng, perlengkapan jalan hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendar tanah pada letak tertentu, revegetasi, serta pemantauan kondisi lereng secara berkala.

Pembangunan Jalan Trans Papua ini juga memberikan faedah langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal alias sekitar 28% dari total pekerja proyek turut berkontribusi dalam proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus memastikan pembangunan prasarana memberikan faedah sejak proses bangunan berlangsung.

Proses pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena, segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km. Hingga pertengahan Juli 2026, progres sudah mencapai 51%Proses pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena, segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pengerjaan sudah mencapai 51%. Foto: Dok. Kementerian PU

Tantangan Besar

Pembangunan Trans Papua mempunyai tantangan nan berbeda dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Ruas ini melintasi area pegunungan dengan tebing curam, rimba lebat, curah hujan tinggi nyaris sepanjang tahun, serta potensi musibah alam seperti longsor.

Mobilisasi perangkat berat dan material bangunan juga memerlukan waktu dan penanganan unik lantaran terbatasnya akses menuju letak pekerjaan. Kementerian PU menerapkan teknologi dan metode bangunan modern untuk mengutamakan mutu bangunan dan menjaga keselamatan kerja.

Perencanaan trase dilakukan menggunakan teknologi survei RTK (Real-Time Kinematic) berbasis satelit GNSS nan dipadukan dengan survei LiDAR sehingga menghasilkan info topografi nan akurat. Selain itu, dilakukan survei geoteknik secara perincian sebagai dasar kreasi konstruksi, penyesuaian metode kerja terhadap kondisi medan dan cuaca, serta pengawasan mutu dan keselamatan kerja secara ketat.

Pada titik-titik nan mempunyai potensi longsor, dilakukan penanganan teknis berupa pembangunan sistem drainase lereng, stabilisasi tebing, pemasangan struktur penahan tanah pada letak tertentu, revegetasi, serta pemantauan kondisi lereng secara berkala.

Pembangunan Jalan Trans Papua ini juga memberikan faedah langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal alias sekitar 28% dari total pekerja proyek turut berkontribusi dalam proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus memastikan pembangunan prasarana memberikan faedah sejak proses bangunan berlangsung.

(ily/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance