Proyek PLTS 100 GW, RI Bidik Investor Potensial Kembangkan Energi Bersih

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Proyek PLTS 100 GW, RI Bidik Investor Potensial Kembangkan Energi Bersih

Proyek PLTS 100 GW, RI Bidik Investor Potensial Kembangkan Energi Bersih (Foto: Okezone)

JAKARTA -  Pemerintah Indonesia mengakselerasi transisi energi dengan membuka kesempatan investasi hijau nan sangat besar. Fokus utama pemerintah di sektor ketenagalistrikan adalah mencapai sasaran pengembangan PLTS sebesar 100 Gigawatt (GW) sebagai pilar utama bauran daya nasional, sehingga dinilai perlu penanammodal untuk merealisasikan sasaran tersebut d itengah keterbatasan fiskal. 

"Kami berkomitmen menciptakan suasana investasi nan kondusif melalui kebijakan nan konsisten guna memastikan kesiapan daya bersih nan kompetitif bagi industri masa depan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wanhar Abdurrahim dalam aktivitas Launching Enlit Asia-Electricity Connect 2026 di Kantor Pusat PLN, Jumat (17/4/2026).

Dia mengatakan, kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan Indonesia nan diperkirakan mencapai lebih dari USD 500 miliar menjadi kesempatan besar bagi investor, khususnya dalam proyek daya baru terbarukan. 

Selain itu, pertumbuhan pesat sektor digital, terutama info center di ASEAN nan diproyeksikan meningkat hingga 20 persen per tahun, turut mendorong kebutuhan daya nan andal dan berkelanjutan. Hal ini membuka kesempatan baru bagi investasi pada prasarana kelistrikan berbasis teknologi dan daya bersih.

Kesempatan nan sama, Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Suroso Isnandar menilai kerjasama lintas sektor dalam arena ini menjadi kunci dalam menjembatani kebijakan, kesiapan industri, dan penemuan teknologi guna mempercepat pengembangan daya di Indonesia.

"Kolaborasi antara MKI, Clarion Events, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero) dalam penyelenggaraan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 menjadi aktivitas krusial untuk mendukung dan mempercepat pengembangan sektor daya Indonesia dan ASEAN," tambahnya. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com