Proyek Pipa WNTS-Pemping Rampung, Gas Natuna Siap Mengalir

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Proyek Pipa WNTS-Pemping Rampung, Gas Natuna Siap Mengalir

Proyek Pipa WNTS-Pemping Rampung, Gas Natuna Siap Mengalir (Foto: PLN EPI)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyelesaikan pekerjaan hot tap pada proyek pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping. Tahapan paling krusial dalam pembangunan prasarana gas nan bakal menghubungkan pasokan gas bumi Natuna dengan kebutuhan daya domestik khususnya di Batam. 

Keberhasilan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat ketahanan daya nasional sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk ketahanan daya nasional melalui optimasi pemanfaatan sumber daya daya domestik.

Penyelesaian hot tap juga menjadi tonggak berhistoris bagi sektor daya nasional. Untuk pertama kalinya, gas bumi Natuna nan selama ini seluruhnya dimanfaatkan untuk pasar ekspor bakal mulai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan daya di dalam negeri, khususnya mendukung sistem kelistrikan di Sumatera dan Batam.

Proses hot tap merupakan teknik penyambungan pipa baru ke jaringan pipa utama nan tetap beraksi tanpa menghentikan aliran gas dengan laju alir sekitar 300 juta kaki per hari dan bertekanan 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter tanpa menimbulkan kebocoran sehingga menjadi salah satu tahapan dengan tingkat akibat dan kesulitan teknis tinggi.

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto mengatakan, penyelesaian hot tap menjadi pencapaian krusial nan menunjukkan kesiapan proyek memasuki tahap akhir sebelum pengaliran gas.

"Pelaksanaan hot tap nan merupakan the most critical milestone proyek WNTS-Pemping melangkah dengan lancar," katanya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dia menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI bisa menjalankan mandat dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping dalam rangka memastikan pasokan gas nan andal, efisien, dan berkepanjangan khususnya untuk sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam. Capaian ini juga mencerminkan kesiapan teknis proyek serta sinergi nan kuat antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan prasarana daya strategis nasional.

"Proyek selanjutnya bakal memasuki tahap commissioning dan pengaliran  gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam," katanya.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan, saat ini, tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commissioning agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia.

"Ini nan sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya," katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com