Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim terus memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan program Kelompok Tani Hutan (KTH) di area penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur, Kampung Waifoi, Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, salah satunya melalui pembangunan homestay nan dikelola langsung oleh warga. Inisiatif ini dinilai bisa mengoptimalkan potensi alam Raja Ampat tanpa mengabaikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.
Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S. Deyang mengapresiasi potensi alam Kampung Waifoi nan tetap terjaga. Menurutnya, program CSR Pertamina di wilayah tersebut menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat nan selaras dengan karakter alam setempat.
"Ini luar biasa, lantaran program sosialnya betul-betul disesuaikan dengan alam. Menitikberatkan pada pengelolaan homestay oleh masyarakat dan menjadi milik masyarakat," ujarnya alam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, keberadaan homestay dengan delapan bilik dan tarif sekitar Rp550 ribu per malam dapat menjadi tambahan penghasilan golongan masyarakat pengelola. Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga, termasuk pendidikan anak-anak setempat.
"Ini contoh CSR nan tepat sasaran. Memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya," tambahnya.
Senada, Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto menyatakan, support pemberdayaan masyarakat di sektor wisata ini sekaligus menjadi upaya menjaga pelestarian alam.
"Kami merencanakan program ini dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, agar potensi alam dapat dinikmati visitor tanpa mengganggu kehidupan dan tradisi nan sudah ada" ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village, Zakaria, menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina berasal dari rekomendasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat. Dukungan diberikan melalui pembangunan homestay, dapur, serta akomodasi pendukung seperti mesin tempel kapal dan diesel.
"Pertamina membantu kami melalui pembangunan homestay, dapur, serta akomodasi lain. Sejak mulai berkembang pada 2018, homestay ini terus melangkah hingga sekarang," jelasnya.
Menurut Zakaria, program tersebut memberikan akibat signifikan bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan fasilitas, akses transportasi, dan sumber penghasilan warga. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan seperti mangrove dan rimba juga semakin meningkat. Ia pun berambisi program ini tetap dikelola secara berdikari oleh masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
"Sebagian besar penghasilan masyarakat sekarang berjuntai pada homestay ini. Kami juga semakin sadar untuk menjaga lingkungan seperti mangrove dan rimba agar tetap lestari," tutupnya.
Selain mendukung pengembangan ekowisata, Pertamina juga menyalurkan support sembako bagi masyarakat Kampung Klayas serta tas sekolah untuk anak-anak di sekitar wilayah operasi Kilang Kasim. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program CSR nan dilaksanakan pada Sabtu (25/4) lampau ini, Pertamina berambisi potensi alam Raja Ampat dapat terus dikelola secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi sumber ekonomi nan inklusif bagi masyarakat lokal. (akn/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·