Ketua Komunitas Konsultan Pajak Indonesia Goes to AOTCA (Kopijatigota) Rahmad Adam(Dok Istimewa )
KOMUNITAS Konsultan Pajak Indonesia Goes to AOTCA (Kopijatigota) resmi meluncurkan Program Beasiswa Brevet Pajak Bakti Negeri, sebuah inisiatif nan bermaksud memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan dan sertifikasi perpajakan. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan memperoleh danasiwa penuh senilai Rp3,5 juta guna meningkatkan kompetensi perpajakan sekaligus mempersiapkan diri memasuki bumi profesional.
Ketua Kopijatigota Rahmad Adam menjelaskan, bahwa program tersebut merupakan kontribusi nyata organisasi konsultan pajak dalam mendukung lahirnya sumber daya manusia nan unggul dan siap menghadapi kebutuhan industri perpajakan nan terus berkembang.
“Kami mau membuka jalan bagi mahasiswa agar mempunyai kompetensi nan dibutuhkan bumi kerja sejak tetap di bangku kuliah. Melalui danasiwa ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan perpajakan, tetapi juga bekal untuk membangun pekerjaan sebagai praktisi pajak profesional, dan ini pertama kali di Indonesia ada bea siswa brevet pajak,” ujar Adam dalam keterangannya, Jumat (5/6).
Program ini diselenggarakan berbareng Ravatra Academy, lembaga training perpajakan berizin resmi. Kehadirannya mendapat respons positif dari mahasiswa beragam daerah. Menjelang dimulainya kelas pertama, sebanyak 24 peserta telah dinyatakan sebagai penerima danasiwa dari total kuota nan tersedia sebanyak 30 orang.
Menurut Adam, para penerima faedah mulai mengikuti proses pembelajaran pada 5 Juni 2026. Seluruh materi brevet pajak bakal disampaikan oleh pembimbing nan berasal dari jaringan ahli Kopijatigota. Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga pengalaman praktis nan relevan dengan kondisi di lapangan.
“Kami mau peserta mendapatkan pengalaman belajar nan aplikatif. Karena itu, para pengajar berasal dari kalangan praktisi dan personil Kopijatigota nan mempunyai pengalaman menangani beragam persoalan perpajakan. Harapannya, mahasiswa bisa lebih siap menghadapi kebutuhan bumi kerja setelah menyelesaikan program ini,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya minat mahasiswa terhadap program tersebut menunjukkan bahwa bagian perpajakan semakin dipandang sebagai pekerjaan dengan prospek pekerjaan nan menjanjikan. Lulusan brevet pajak tidak hanya berkesempatan menjadi konsultan pajak, tetapi juga dapat berkarier di perusahaan, instansi akuntan publik, hingga lembaga pemerintah nan memerlukan tenaga mahir perpajakan.
Peserta nan sukses lolos seleksi berasal dari beragam perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah Erlina Agustia Panjaitan, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Maritim Raja Ali Haji. Ia menilai program ini menjadi kesempatan krusial untuk memperkuat keahlian di bagian perpajakan sebelum memasuki bumi kerja.
“Saya sangat berterima kasih bisa menjadi salah satu penerima danasiwa ini. Kesempatan seperti ini tidak selalu datang, apalagi bagi mahasiswa nan mau memperdalam pengetahuan perpajakan tetapi mempunyai keterbatasan biaya. Saya berambisi pengetahuan nan diperoleh nantinya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pekerjaan di bagian perpajakan,” kata Erlina.
Penerima danasiwa lainnya, Resky, mahasiswa Program Studi Akuntansi STIE TDN Makassar, menilai program nan diinisiasi Kopijatigota bisa memberikan pemahaman perpajakan nan lebih mendalam dan sesuai kebutuhan bumi kerja. Ia mengaku mengetahui info program tersebut melalui pengajar di kampusnya dan segera mendaftarkan diri.
“Menurut saya, program ini sangat berfaedah lantaran memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar perpajakan secara lebih mendalam. Kompetensi seperti ini sangat dibutuhkan di bumi profesional. Saya berambisi setelah mengikuti brevet pajak, saya mempunyai nilai tambah dan kesempatan kerja nan lebih luas setelah lulus nanti,” ujarnya.
Adam menilai antusiasme mahasiswa dari beragam wilayah menjadi parameter meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya penguasaan pengetahuan perpajakan sebagai modal bersaing di era profesional. Karena itu, Kopijatigota berkomitmen menghadirkan program nan dapat diakses secara luas tanpa halangan geografis.
“Kami mau kesempatan belajar perpajakan tidak hanya dinikmati mahasiswa di kota-kota besar. Melalui kelas daring, mahasiswa dari beragam wilayah mempunyai akses nan sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kariernya,” kata Adam.
Seluruh rangkaian training diselenggarakan secara daring sehingga dapat diikuti peserta dari beragam wilayah di Indonesia. Materi pembelajaran mencakup teori dan praktik perpajakan nan relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari pemahaman izin hingga penerapannya dalam aktivitas bisnis.
Ke depan, Adam berambisi Program Beasiswa Brevet Pajak Bakti Negeri tidak hanya membantu mahasiswa memperoleh sertifikasi kompetensi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi baru praktisi perpajakan nan bisa mendukung kepatuhan pajak dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami mau melahirkan lebih banyak talenta muda nan mempunyai kompetensi perpajakan dan siap berkontribusi bagi bangsa. Ini adalah corak pengabdian Kopijatigota untuk memperkuat kualitas SDM perpajakan Indonesia,” tuturnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·