Program Akselerasi Bisnis Lahirkan 10 UMKM Berdaya Saing Global

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Program Akselerasi Bisnis Lahirkan 10 UMKM Berdaya Saing Global ilustrasi(Antara)

Sebanyak 10 upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbaik sukses terpilih sebagai champion dalam program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025-2026 setelah melalui serangkaian proses pembinaan dan seleksi nan ketat. Para pelaku upaya tersebut dinilai mempunyai keahlian upaya nan kuat, akibat sosial nan terukur, serta potensi untuk berkembang di pasar internasional.

Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa Pertapreneur Aggregator dirancang untuk melahirkan UMKM nan tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekosistem upaya dengan memberdayakan pelaku UMKM lainnya.

"Program ini bermaksud mencetak agregator upaya nan bisa membuka akses pasar, membangun kolaborasi, serta membantu UMKM lain tumbuh dan naik kelas bersama," ujar Rudi dalam keterangannya, Minggu.

Program tersebut menjaring 100 UMKM terbaik dari total 730 peserta UMK Academy 2025 nan berasal dari beragam wilayah di Indonesia. Para peserta kemudian mengikuti sejumlah tahapan pengembangan, mulai dari proses seleksi, wawancara mendalam, bootcamp, pendampingan bisnis, percepatan usaha, kunjungan lapangan, hingga pembukaan akses pasar internasional.

Dari rangkaian proses tersebut, terpilih 10 UMKM terbaik nan dinilai unggul dari aspek performa bisnis, akses pasar, akibat sebagai agregator, kekuatan merek, hingga kesiapan pengembangan usaha.

Novio Fresh sukses meraih predikat Integrated Market Access Champion sekaligus menjadi juara utama Pertapreneur Aggregator 2025-2026. Sementara posisi kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh Rendang Gadih dan Imago Raw Honey.

Rudi mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM nan inovatif, berkelanjutan, dan mempunyai akibat luas bagi masyarakat.

"Kami mau mendorong lahirnya UMKM nan tidak hanya bertumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga bisa menciptakan faedah nan lebih besar dengan memberdayakan pelaku upaya lainnya," katanya.

Sepanjang program berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan pada beragam aspek penting, seperti strategi bisnis, pemasaran, pengelolaan keuangan, penerapan prinsip ESG, digitalisasi, hingga pengembangan pasar. Selain itu, seluruh UMKM champion memperoleh sertifikasi business acceleration, pendampingan asesor profesional, serta akses ke sistem pemantauan berbasis Objective Key Results (OKR) untuk mendukung pertumbuhan upaya nan lebih terukur dan berkelanjutan.

Program ini juga mencatat akibat sosial nan signifikan. Berdasarkan pengukuran Social Return on Investment (SROI), setiap investasi sebesar Rp1 dalam program bisa menghasilkan faedah sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp2,21.

Sebagai support lanjutan terhadap pengembangan usaha, disalurkan hibah sarana produksi senilai Rp495 juta nan diberikan kepada para champion dan UMKM semifinalis.

Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh akses ke pasar internasional melalui aktivitas business matching dan penyediaan info pasar berbareng Atase Perdagangan Republik Indonesia di Malaysia dan Brussels, Belgia.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring upaya sekaligus meningkatkan kesiapan UMKM Indonesia untuk memasuki pasar ekspor.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhamad Baron, menilai keberhasilan program tersebut menunjukkan besarnya potensi UMKM nasional untuk berkembang dan bersaing di tingkat global.

"Perjalanan dari ratusan peserta hingga terpilihnya 10 champion membuktikan bahwa UMKM Indonesia mempunyai kapabilitas untuk tumbuh menjadi upaya nan tangguh, inovatif, dan memberikan akibat positif bagi masyarakat," tandasnya. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia