Pascagempa M 6,7 di Sulteng, Basarnas Palu Siagakan Penuh Personel dan Peralatan Rescue

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pascagempa M 6,7 di Sulteng, Basarnas Palu Siagakan Penuh Personel dan Peralatan Rescue Ilustrasi(MI/M Taufan SP Bustan)

KANTOR Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu langsung mengambil langkah sigap seusai gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6) pukul 11.27 Wita.

Kepala Basarnas Palu, Muh Rizal menegaskan bahwa seluruh personel dan peralatan Rescue telah disiagakan penuh dalam status siaga darurat untuk mengantisipasi akibat jelek guncangan gempa darat sedalam 10 km tersebut.

“Hanya berselang sekitar satu jam setelah gempa, Tim SAR Palu langsung bergerak melakukan tindakan di lapangan,” ungkapnya. 

Menurut Rizal secara berkala petugas SAR berkoordinasi ketat dengan BPBD Kota Palu untuk memetakan akibat guncangan. 

Berdasarkan koordinasi awal, kondisi masyarakat dilaporkan kondusif dan belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material nan masif di pemukiman.

Setelah itu, menanggapi laporan darurat dari akomodasi publik, Tim SAR Palu langsung diterjunkan ke Gedung Auditorium Universitas Tadulako (UNTAD). 

“Tim di lapangan melakukan asesmen intensif mengenai laporan runtuhnya sebagian plafon gedung kampus akibat gempa,” ujar Rizal. 

Hingga pukul 13.30 Wita, BMKG mencatat telah terjadi 21 kali gempa susulan. Kondisi ini membikin intensitas pemantauan oleh tim penyelamat semakin ditingkatkan demi menjamin keselamatan penduduk di Kota Palu, Sigi, Parigi Moutong, Poso, hingga Tojo Una-Una nan merasakan guncangan kuat.

"Personel dan peralatan SAR saat ini dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi kedaruratan. Kami terus melakukan pemantauan pergerakan situasi di lapangan," jelas Rizal.

Hingga saat ini, SAR Palu terus mempertahankan komunikasi intensif dan bersinergi dengan BPBD, TNI, Polri, serta lembaga mengenai lainnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta segera melaporkan ke posko terdekat alias call center darurat jika menemukan adanya korban terperangkap alias kerusakan gedung nan membahayakan jiwa. (TB/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia