Profil Subagyo HS, Senior Prabowo dari Anak Desa Jadi Jenderal Kopassus

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |21:05 WIB

Profil Subagyo HS, Senior Prabowo dari Anak Desa Jadi Jenderal Kopassus

Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo dan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto (Foto: Ist)

JAKARTA — Jauh sebelum menyandang pangkat jenderal bintang empat dan memimpin TNI Angkatan Darat, Subagyo Hadi Siswoyo hanyalah seorang anak nan lahir dari family sederhana di Desa Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia lahir pada Rabu, 12 Juni 1946, sebagai anak ketiga pasangan Yakub Hadisiswoyo dan Sukiyah.

Kelahirannya menyimpan cerita nan hingga sekarang lekat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Saat Subagyo hendak dilahirkan, dukun beranak nan diharapkan membantu persalinan belum tiba. Bayi itu akhirnya lahir lebih dulu dengan selamat, meski tali ususnya disebut melilit leher.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, bayi nan lahir dengan kondisi tersebut diyakini mempunyai nasib mujur dan kelak tumbuh menjadi sosok nan rupawan. Nama Subagyo pun mengandung angan dari kedua orangtuanya. 

Nama itu terdiri atas kata su nan berfaedah lebih dan bagyo nan berfaedah bahagia. Harapannya, sang anak kelak memperoleh kehidupan nan lebih senang dibandingkan orangtuanya.

“Bayi laki-laki dengan berat cukup besar itu diberi nama Subagyo. Su berfaedah lebih dan Bagyo artinya bahagia. Dari namanya terkandung angan agar bayi kelak hidup lebih senang daripada orangtuanya,” tulis Carmelia Sukmawati dalam kitab Subagyo HS, KASAD dari Piyungan, dikutip Senin (26/5/2025).

Menempuh Jalan Militer Sejak Muda

Keinginan menjadi tentara tumbuh dalam diri Subagyo sejak usia muda. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, dia memutuskan mendaftar ke Akademi Militer (Akmil).

Pilihan tersebut bukan semata-mata didorong oleh ambisi menjadi prajurit. Ada pertimbangan nan turut memengaruhi keputusannya. Pendidikan militer tidak mengharuskan peserta bayar biaya sekolah, apalagi memberikan duit saku kepada para taruna. Setelah lulus, mereka juga mempunyai kesempatan langsung untuk bekerja sebagai prajurit.

Alasan itu tercatat dalam kitab Jenderal TNI Subagyo HS: KASAD di Bawah Tiga Presiden nan disusun tim Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑