Profil Rais Aam PBNU Terpilih KH Miftachul Akhyar, Sudah Menjabat Sejak 2018

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar saat menyampaikan sambutan pada upacara pembukaan Forum R20 di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Rabu (2/11). Foto: Dok. LTN PBNU/Suwitno

Sosok KH Miftachul Akhyar kembali terpilih menjadi Rais Aam PBNU. Terpilihnya Miftachul berasas hasil musyawarah sembilan personil Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Ndalem Kasepuhan Kiai Wahab Chasbullah di Ponpes Bahrul di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

"Memutuskan bahwa nama Kiai Miftachul Akhyar dipilih menjadi rais aam pengurus besar masa khidmat 2026-2031," kata Kiai Anwar Iskandar membacakan hasil keputusan AHWA di hadapan muktamirin.

Dengan terpilihnya Miftachul, maka dia bakal menjabat sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2031. Sebelumnya, dia menjabat posisi nan sama sejak 2018.

KH Miftachul Akhyar menghadiri Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/NU Online

Miftachul merupakan salah satu ustadz senior Nahdlatul Ulama (NU) nan mempunyai perjalanan panjang di struktur organisasi. Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

Miftachul lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 Juni 1953. Ia merupakan putra KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah. Miftachul merupakan salah satu dari 13 berkerabat dan tumbuh dalam lingkungan pesantren.

Pendidikan keagamaannya ditempuh di sejumlah pesantren. Ia pernah belajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang; Pondok Pesantren Rejoso, Jombang; Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan; serta Pesantren Al-Islah Soditan, Lasem. Ia juga disebut pernah belajar kepada Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki.

KH Miftachul Akhyar menghadiri Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/NU Online

Setelah menempuh pendidikan di sejumlah pesantren, Miftachul kemudian mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya.

Perjalanan Karier di NU

Kariernya di NU berjalan bertahap. Ia pernah menjadi Rais Syuriyah PCNU Surabaya pada 2000-2005. Setelah itu, dia menjabat Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur selama dua periode, ialah 2007-2013 dan 2013-2018.

Pada 2015, Miftachul dipercaya menjadi Wakil Rais Aam PBNU. Jabatan tersebut kemudian mengantarkannya menjadi Pj Rais Aam PBNU pada 2018 setelah KH Ma'ruf Amin mundur dari kedudukan tersebut untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

Dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021, Miftachul kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah sembilan personil Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Di luar NU, Miftachul juga pernah memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia terpilih sebagai Ketua Umum MUI pada 2020, menggantikan KH Ma'ruf Amin. Namun, dia kemudian mengundurkan diri dari kedudukan tersebut pada 2022.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan