Dengan organisasi nan terdiri dari siswa dengan 35 kebangsaan, keberagaman menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari.(Dok. ACG School Jakarta)
PENDIDIKAN tidak hanya berangkaian dengan pencapaian akademik. Lingkungan sekolah juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keahlian menyampaikan ide, berpikir kritis, membangun hubungan, menemukan bunyi diri, serta belajar memahami dan menghargai perbedaan perspektif dan budaya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kehidupan organisasi ACG School Jakarta nan mempunyai sekitar 300 siswa dari 35 kebangsaan. Keberagaman di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi bagian dari identitas komunitas, tetapi juga datang dalam keseharian siswa melalui hubungan dan beragam aktivitas nan mempertemukan siswa, keluarga, serta personil organisasi sekolah.
Salah satunya melalui rangkaian Open House dan Family BBQ nan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kedua aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada family calon siswa dan siswa baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun hubungan dengan siswa dan family nan telah lebih dulu menjadi bagian dari organisasi ACG School Jakarta.
Dalam Open House, siswa turut mengambil peran aktif dalam menyambut family calon siswa. Eileen Fathia Baltasar, Grade 12, berbareng Gwen Sharon Han, Grade 10, memandu tur sekolah sehingga family calon siswa dapat memandang secara langsung gimana siswa menjalankan keseharian mereka di lingkungan belajar.
Kepala ACG School Jakarta Myles D’Airelle mengatakan keterlibatan siswa dalam aktivitas tersebut sejalan dengan pandangan sekolah mengenai pendidikan nan tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan.
"Di ACG School Jakarta, kami mempunyai kepercayaan untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana mengembangkan siswa nan percaya diri, bukan hanya siswa nan menerima pengetahuan pengetahuan. Kami percaya siswa nan percaya diri bakal bisa menyampaikan ide, berpikir kritis, dan menghargai perbedaan," ujar Myles, nan telah memimpin ACG School Jakarta selama lima tahun.
Menurut Myles, ketika siswa memimpin aktivitas Open House, mereka mempunyai kesempatan untuk berbagi pengalaman menggunakan kata-kata sendiri mengenai apa nan telah mereka alami dan gimana mereka berkembang sebagai pribadi.
Bagi Eileen, kepercayaan untuk memandu tur Open House memberikan pengalaman nan lebih luas daripada sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah kepada calon siswa. Sebagai salah satu penerima danasiwa ACG School Jakarta, dia juga memperoleh kesempatan untuk berbagi mengenai proses perkembangan dirinya selama bersekolah.
"Saya merasa bangga mendapatkan kepercayaan untuk memandu tur Open House kali ini. Awalnya, saya mengira tur ini hanya bakal menjadi kesempatan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada calon siswa, namun rupanya kepercayaan nan saya dapat ini juga memberikan saya kesempatan berbobot untuk berbagi proses perkembangan diri saya selama berguru di sini," tutur Eileen.
Pengalaman serupa dirasakan Gwen, Grade 10, nan juga merupakan salah satu penerima danasiwa ACG School Jakarta. Baginya, keterlibatan dalam Open House menjadi pengalaman pertama untuk mengambil peran dalam aktivitas tersebut sekaligus kesempatan mewakili sekolah dan berbagi pengalaman kepada family calon siswa.
"Ini merupakan pertama kalinya saya mengambil peran dalam Open House dan memandu tur sekolah. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya atas kepercayaan nan diberikan sekolah untuk berkedudukan aktif dalam aktivitas ini. Sebagai penerima beasiswa, kesempatan untuk mewakili ACG School Jakarta dan berbagi pengalaman dengan family calon siswa membikin saya merasa bahwa perjalanan saya selama berguru sangat berharga," ungkap Gwen.
Menurut Gwen, kepercayaan nan diberikan sekolah juga membuatnya menyadari bahwa dirinya dapat berkontribusi bagi organisasi sekolah dengan caranya sendiri.
"Saya berambisi melalui pengalaman nan saya bagikan, family calon siswa bisa mendapatkan gambaran nan lebih dekat tentang gimana rasanya menjadi siswa di ACG School Jakarta, sekaligus memandang bahwa siswa dari beragam latar belakang dapat saling belajar dan merasa menjadi bagian dari satu komunitas," tambahnya.
Keberagaman dalam keseharian sekolah
Pembelajaran mengenai perbedaan juga tidak berakhir di ruang kelas. Rasa mempunyai terhadap organisasi sekolah turut dibangun melalui aktivitas tahunan Family BBQ nan diselenggarakan setelah Open House.
Family BBQ tahun ini mengusung tema 'Around the World' untuk merepresentasikan sekitar 300 siswa dari 35 kebangsaan. Kegiatan tersebut mempertemukan family calon siswa dan family siswa baru dengan siswa aktif beserta keluarganya serta personil organisasi sekolah lainnya.
Bagi family dan siswa nan baru bergabung, beradaptasi dengan lingkungan baru dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Family BBQ menjadi kesempatan bagi mereka untuk membangun hubungan berarti dan mengenal personil organisasi ACG School Jakarta secara lebih dekat.
Interaksi berjalan melalui beragam stan makanan dan minuman, penampilan siswa dan orang tua, serta beragam aktivitas nan berpusat di ruang terbuka hijau sekolah. Melalui aktivitas tersebut, perseorangan dari beragam latar belakang dapat berkumpul, membangun hubungan, dan merayakan perbedaan sebagai bagian dari satu komunitas.
Rangkaian Open House dan Family BBQ memberikan kesempatan bagi family calon siswa untuk memandang dua sisi dari kehidupan di ACG School Jakarta. Melalui Open House, mereka dapat memandang gimana siswa belajar, berkembang, dan menemukan bunyi mereka melalui perspektif siswa itu sendiri.
Sementara melalui Family BBQ, family dapat merasakan hubungan dan rasa mempunyai nan tumbuh di dalam organisasi sekolah, sekaligus memandang gimana keberagaman datang dalam hubungan sehari-hari.
Bagi ACG School Jakarta, pengalaman tersebut mencerminkan pandangan nan lebih luas mengenai pendidikan. Proses belajar tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri, membangun hubungan bermakna, berpikir kritis, serta menghargai beragam perspektif dan budaya di sekitar.
Dengan organisasi nan terdiri dari siswa dengan 35 kebangsaan, keberagaman menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari. Melalui ruang untuk berinteraksi, menyampaikan gagasan, mengambil peran, dan mengenal perspektif nan berbeda, lingkungan sekolah menjadi bagian dari proses siswa untuk berkembang sebagai pribadi nan utuh. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·