Itamar Ben Gvir.(Al Jazeera)
MENTERI Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, nan lama dianggap sebagai provokator sayap kanan ekstrem, sekarang telah beralih bentuk menjadi sosok nan tak terelakkan dalam peta politik Israel. Ia terus memicu kontroversi tanpa henti, seolah tanpa beban menghadapi kecaman dunia.
Dari merayakan pengesahan undang-undang balasan meninggal bagi penduduk Palestina dengan sebotol sampanye hingga merayakan ulang tahun dengan kue berdandan simbol tiang gantungan, Ben Gvir bukan orang asing bagi tindakan politik nan provokatif.
Pengacara nan beranjak menjadi politikus ini secara rutin menghiasi tajuk buletin dengan kunjungan ke penjara-penjara Israel nan menahan penduduk Palestina atau ke kompleks Masjid Al-Aqsa nan sangat sensitif di Kota Tua Jerusalem.
Kecaman Internasional dan Seruan Sanksi
Kemarahan terbaru muncul dari video nan dia unggah pada Rabu (20/5). Video tersebut memperlihatkan dirinya berbareng puluhan aktivis armada support Jalur Gaza, Palestina, nan ditahan dalam posisi berlutut, tangan terikat, dan dahi menempel ke tanah.
Video tersebut memicu kecaman internasional nan cepat. Italia dan Spanyol apalagi mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan hukuman kepada Ben Gvir. Meski dia juga dikritik oleh pejabat internal Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ben Gvir tetap menantang dan menyebut gambar-gambar tersebut sebagai sumber kebanggaan besar.
Pada November lalu, dia menyatakan support penuh bagi pasukan Israel nan menembak meninggal dua penduduk Palestina dari jarak dekat setelah mereka menyerah di Jenin, Tepi Barat. "Teroris kudu mati!" tulis Ben Gvir di platform X.
Rekam Jejak Politik:
- 2021: Menjadi personil parlemen (Knesset) sebagai ketua partai Jewish Power.
- 2022: Menjabat sebagai menteri setelah beraliansi dengan partai Zionisme Religius ketua Bezalel Smotrich.
- Ideologi: Mendukung aneksasi Tepi Barat dan pemindahan paksa masyarakat Arab ke negara tetangga.
Penyulut Ketegangan di Wilayah Pendudukan
Ben Gvir, ayah dari enam anak, tinggal di permukiman radikal di Tepi Barat nan diduduki. Ia mengadvokasi aneksasi wilayah nan menjadi rumah bagi sekitar tiga juta penduduk Palestina tersebut.
"Saya telah berubah," katanya kepada AFP pada tahun 2022. "Ketika saya mengatakan 20 tahun lampau bahwa saya mau mengusir semua orang Arab, saya tidak lagi berpikir demikian. Namun, saya tidak bakal meminta maaf."
Para kritikus menuduhnya mengambil kendali penuh atas kepolisian sejak menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional dan sengaja memicu kekacauan dengan mengunjungi lokasi-lokasi dengan tensi tinggi. Di kompleks Al-Aqsa, nan dikenal umat Yahudi sebagai Temple Mount, dia kerap berteriak, "Hidup rakyat Israel!"
Provokasi Ben Gvir semakin meningkat pascaserangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Sejak perang di Gaza pecah, dia mulai mempersenjatai penduduk sipil dan menyerukan emigrasi masyarakat Gaza serta pembangunan kembali permukiman Israel di wilayah kantong tersebut.
Dari 'Preman' Menjadi Penentu Ideologi
Dengan pemungutan bunyi parlemen Israel nan mendukung UU balasan meninggal bagi teroris pada akhir Maret, pengamat politik menilai Ben Gvir sukses mengubah dirinya. Ravit Hecht dari surat berita Haaretz menyebut Ben Gvir, "Berhasil mengubah dirinya dari seorang preman marginal menjadi pembentuk ideologi sayap kanan."
Lahir di pinggiran Jerusalem dari orangtua Sephardic, retorika anti-Arabnya terinspirasi oleh rabi ekstremis Meir Kahane, nan gerakannya (Kach) pernah didukung Ben Gvir. Gerakan Kach dilarang di Israel setelah simpatisannya, Baruch Goldstein, membantai 29 jemaah Palestina di suatu masjid di Hebron pada tahun 1994.
Ben Gvir sempat memajang potret Goldstein di ruang tamunya, tetapi menurunkannya saat dia terjun ke bumi politik. Di masa mudanya, dia didakwa lebih dari 50 kali atas tuduhan penghasutan kekerasan alias ujaran kebencian. Ia dengan bangga menyatakan bebas dari 46 dakwaan dan mempelajari norma atas rekomendasi pengadil untuk belajar memihak dirinya sendiri. (AFP/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·