, JAKARTA, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan skema pembiayaan unik untuk menjembatani selisih nilai antara bensin kombinasi bioetanol dan bensin konvensional. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan peluncuran mandatori biofuel nan bakal datang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kerangka kerja ini bermaksud untuk melindungi produsen dan petani dalam negeri, sekaligus mengatasi disparitas nilai pasar saat nilai minyak mentah dunia turun di bawah biaya produksi bioetanol. "Kami bakal mengembangkan sistem pembiayaan nan sehat nan menguntungkan industri, petani, dan negara," ujar Bahlil kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/8).
Model pembiayaan nan diusulkan ini kemungkinan bakal mengangkat inspirasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), nan selama ini mengelola subsidi untuk program biodiesel. Melalui rencana ini, pemerintah bakal menetapkan nilai referensi untuk bahan baku utama bioetanol, seperti jagung, singkong, dan tebu, guna membantu memastikan untung nan stabil bagi petani lokal.
Dorong Kemandirian Energi dan Tantangan Biaya
Inisiatif ini mendukung peta jalan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan nan tinggi pada impor bensin. Setelah melalui tinjauan kebijakan nan ekstensif, pemerintah berencana untuk memberlakukan mandatori campuran 10 persen bioetanol (E10) mulai tahun 2027, dengan peningkatan berjenjang menjadi campuran E20 antara tahun 2028 dan 2029.
Namun, para master industri menilai bahwa daya saing biaya tetap menjadi tantangan utama. Ali Ahmudi Achyak, master daya dari Universitas Indonesia, menyatakan bahwa meskipun bahan baku pengganti seperti sorgum tidak bersaing langsung dengan rantai pasok pangan dan lebih irit biaya dibandingkan tebu alias jagung, bioetanol secara umum tetap lebih mahal daripada bensin konvensional.
Untuk mengatasi halangan biaya tersebut, Achyak mendesak pemerintah untuk memperkenalkan insentif sisi pasokan nan tepat sasaran. Insentif ini mencakup subsidi untuk bibit dan pupuk, serta pendanaan riset unik untuk meningkatkan produktivitas bahan baku bioetanol.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·