Viral Tren 'Toddler Takeover' di Medsos: Foto Selfie Bocil, Caption Gak Jelas

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Blibli hingga MRT ikut tren 'Toddler Takeover' di akun medsosnya, dengan foto selfie bocil dan caption gak jelas. Foto: @bliblistore.id dan @mrtjakarta via Instagram

Linimasa media sosial belakangan dipenuhi postingan foto balita nan seolah-olah mengambil selfie menggunakan ponsel milik pengelola akun perusahaan di media sosial. Fenomena ini dikenal sebagai 'Toddler Takeover'.

Postingan foto selfie tersebut biasanya menampilkan wajah anak dari jarak dekat dengan perspektif pengambilan gambar nan kurang rapi. Logo, produk, gerai, alias komponen unik suatu brand terlihat di latar belakang unggahan.

Konsepnya dibuat menyerupai kejadian spontan. Seorang balita digambarkan sukses membuka aplikasi kamera, kemudian tanpa sengaja memotret dirinya sendiri sebelum mengunggah foto tersebut ke akun resmi perusahaan.

Tren ini telah diikuti sejumlah perusahaan dari beragam sektor. Di Indonesia, MRT Jakarta dan Blibli termasuk organisasi nan ikut mengadopsinya.

instagram embed

MRT Jakarta memposting foto bayi selfie di depan stasiun MRT dengan tulisan random 'dhbegdhkwhsjss', sementara Blibli mengunggah carousel gambar swafoto balita di depan Blibli Store dengan caption beragam emoji. Postingan tersebut tidak menyampaikan promosi alias penjelasan khusus.

instagram embed

Maskapai bertarif rendah asal Malaysia, AirAsia, juga mengikuti tren serupa. AirAsia mengunggah foto seorang balita nan seolah mengambil selfie di dalam kabin pesawat. Sandaran bangku berwarna merah unik maskapai tersebut terlihat di belakangnya.

instagram embed

Berawal dari Arab

Asal-usul Toddler Takeover belum dapat dipastikan sepenuhnya. Tren ini diyakini berkembang setelah sejumlah merek di negara Arab mengunggah selfie balita tanpa memberikan konteks alias penjelasan.

Salah satunya akun merek fesyen Sahaba Abaya. Akun itu diduga tidak sengaja mengunggah selfie anak pemilik upaya beserta keterangan berisi rangkaian karakter acak.

Alih-alih menghapusnya, Sahaba Abaya membiarkan foto tersebut berada di akunnya. Postingan nan terlihat seperti kesalahan itu menarik perhatian pengguna media sosial dan kemudian ditiru oleh merek lain.

Sejumlah merek lampau meniru formatnya. Tren ini meluas ke area Teluk dan diikuti perusahaan seperti Uber UAE, Visit Abu Dhabi, serta Kementerian Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab. Khaleej Times melaporkan tren tersebut kemudian berkembang menjadi momen pemasaran viral.

instagram embed

Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa unggahan awal Sahaba Abaya betul-betul terjadi secara tidak sengaja. Sebagian pengguna menduga rangkaian foto tersebut merupakan strategi pemasaran gerilya nan dirancang untuk menciptakan rasa penasaran dan percakapan organik.

Strateginya bekerja lantaran postingan terlihat berbeda di tengah linimasa nan dipenuhi iklan dengan visual rapi. Tren foto selfie bocil ini menunjukkan bahwa netizen jenuh dengan konten nan terlalu sempurna dan kaku.

Sesuatu nan natural alias mengarah pada ketidaksengajaan justru menciptakan engagement nan baik. Orang menjadi berakhir menggulir layar, mengomentari kontennya, lampau membagikan postingan tersebut.

Pada akhirnya terjadi hubungan nan ramai. Netizen meminta konten ini tetap ada, jangan dihapus. Merek tetap mendapatkan eksposur meski foto tidak secara langsung menawarkan produk, potongan harga, alias kampanye tertentu.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan