Profil Hayden Panettiere.(Dok. People)
DUNIA intermezo internasional bersungkawa atas kepergian Hayden Panettiere, aktris dan penyanyi berbakat nan meninggal bumi pada Minggu, 16 Agustus 2026, dalam usia 36 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak family melalui pernyataan resmi, meski hingga saat ini penyebab kematian pemeran ikonik dalam serial Heroes tersebut belum diumumkan kepada publik.
Lahir pada 21 Agustus 1989 di Palisades, New York, Panettiere merupakan salah satu contoh langka bintang cilik nan sukses mempertahankan eksistensinya hingga dewasa.
Memulai pekerjaan sejak bayi melalui iklan, dia kemudian dikenal luas lewat peran-peran awal di sinetron One Life to Live dan movie olahraga Remember the Titans (2000) berbareng Denzel Washington.
Puncak Karier: Dari Heroes hingga Nashville
Nama Hayden Panettiere meledak secara dunia pada tahun 2006 saat dia memerankan Claire Bennet dalam serial Heroes. Slogan "Save the cheerleader, save the world" menjadi kejadian budaya pop nan melekat pada dirinya.
Peran ini tidak hanya memberinya ketenaran internasional, tetapi juga tiga penghargaan Teen Choice Awards.
Ia membuktikan kapabilitas aktingnya lebih jauh lewat drama musikal Nashville (2012-2018) sebagai Juliette Barnes. Karakter bintang country nan kompleks ini mengantarkannya meraih dua nominasi Golden Globe.
Tak hanya berakting, Panettiere juga menunjukkan talenta vokalnya dengan mengisi 11 lagu nan sukses masuk dalam tangga lagu Billboard Hot Country Songs.
Perjuangan Pribadi dan Comeback
Di kembali gemerlap panggung, Panettiere menghadapi tantangan hidup nan berat. Ia secara terbuka membahas perjuangannya melawan depresi pascapersalinan setelah kelahiran putrinya, Kaya, pada 2014. Ia juga sempat menjauh dari sorotan kamera untuk menjalani rehabilitasi akibat ketergantungan alkohol dan opioid.
Setelah masa vakum, dia melakukan comeback nan dinanti fans melalui Scream VI (2023), mengulangi perannya sebagai Kirby Reed. Sebelum tutup usia, dia sempat menyelesaikan movie Sleepwalker (2026) di mana dia juga bertindak sebagai produser.
Warisan Terakhir: This Is Me: A Reckoning
Hanya tiga bulan sebelum kepergiannya, tepatnya pada 19 Mei 2026, Panettiere merilis memoar berjudul This Is Me: A Reckoning. Buku nan menjadi bestseller New York Times ini menjadi sarana baginya untuk merebut kembali narasi hidupnya. Dalam kitab tersebut, dia menuliskan secara jujur mengenai tekanan sebagai artis cilik, kehilangan adiknya Jansen Panettiere pada 2023, hingga proses pemulihan mentalnya.
Kepergian Hayden Panettiere meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan. Ia bakal dikenang bukan hanya sebagai sosok Claire Bennet nan tak terkalahkan, tetapi sebagai wanita nan berani menyuarakan kerentanan dan perjuangan manusia di kembali sorotan lampu kamera. (People/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·