Produk Tembakau Alternatif Hanya untuk Perokok Dewasa, Bukan Non-Perokok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Produk Tembakau Alternatif Hanya untuk Perokok Dewasa, Bukan Non-Perokok Seorang penjual menata cairan rokok elektronik (Vape Liquid) di salah satu toko di Kendari, Sulawesi Tenggara.(Antara/Andry Denisah)

PRODUK tembakau alternatif seperti vape alias rokok elektronik, produk tembakau nan dipanaskan, dan kantong nikotin marak digunakan dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya kesadaran perokok dewasa untuk beranjak dari kebiasaan merokok. Untuk mencegah penyalahgunaan, beragam pihak mendorong pemahaman secara luas bahwa produk ini tidak ditujukan bagi non-perokok maupun mereka nan belum berumur 21 tahun.

Influencer sekaligus konsumen produk tembakau alternatif, Jessica Rima Rahmayanti alias nan dikenal sebagai @jee_vanka, menilai persepsi mengenai produk tembakau pengganti perlu ditempatkan secara proporsional. Menurutnya, produk tersebut tidak ditujukan untuk mereka nan sebelumnya tidak merokok, apalagi oleh anak di bawah umur.

"Kalau produk tembakau pengganti dikaitkan unik dengan anak muda, ini tidak tepat. nan jelas, saya tidak ada toleransi untuk penggunaan produk tembakau pengganti oleh anak di bawah umur," ungkap Jessica, Jumat (26/6).

Edukasi vape with attitude dan komitmen pemisah usia 21+
Jessica mengatakan dirinya rutin menyampaikan pesan penggunaan produk ini secara bertanggung jawab melalui beragam kanal dan kegiatan, baik secara daring maupun luring. Edukasi tersebut mencakup pemahaman produk, tujuan penggunaan, etika, hingga langkah penggunaan.

"Biasanya kami menyebutnya 'Vape with Attitude'. Edukasi seperti ini rutin dilakukan melalui konten, talkshow, maupun aktivitas komunitas. Karena vape merupakan produk penemuan nan relatif baru, edukasi menjadi sangat penting," jelasnya.

Tak jarang, ada orang nan tertarik menggunakan produk tembakau pengganti dan berkonsultasi dengannya. 

Jessica mengaku, dia selalu menanyakan latar belakang orang tersebut. Jika orang itu sebelumnya tidak merokok, dia menyarankan agar tidak mencoba produk tembakau alternatif. 

"Saya jelaskan secara sederhana bahwa produk ini memang bukan untuk orang nan sebelumnya tidak merokok," imbuhnya.

Menurut Jessica, komunikasi nan bertanggung jawab juga kudu memastikan pesan nan disampaikan tidak menarik perhatian remaja. Karena itu, dia menerapkan pembatasan audiens aktivitas nan dilakukannya hanya pada golongan usia dewasa dan konsentrasi membikin konten edukatif nan relevan.

"Kami berupaya memastikan edukasi mengenai produk tembakau pengganti tetap tepat dan bijak, misalnya dengan mengatur sasaran audiens 21 tahun ke atas dan tidak membikin rayuan nan ditujukan kepada mereka nan bukan konsumen," terangnya.

Pentingnya pilihan bagi perokok dewasa
Jessica menjelaskan keberadaan produk tembakau pengganti menjadi salah satu pilihan bagi perokok dewasa nan mau beranjak dari kebiasaan merokok. Ia mengibaratkan pilihan tersebut seperti seseorang nan secara berjenjang mengurangi konsumsi gula dengan memilih minuman nan lebih rendah kadar gulanya. 

"Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan konsumen. nan terpenting adalah adanya opsi bagi perokok dewasa untuk menentukan pilihan nan lebih rendah risikonya dan paling sesuai bagi mereka," ucapnya.

Menurut Jessica, banyak pengalaman konsumen nan merasa terbantu setelah beranjak dari kebiasaan merokok, meski kisah-kisah tersebut tidak selalu menjadi sorotan publik. Namun, dia menegaskan bahwa keberadaan produk tembakau pengganti tidak boleh dipahami sebagai rayuan untuk mulai menggunakan produk tembakau. 

"Produk ini bukan sesuatu untuk dicoba-coba. Produk tembakau pengganti ditujukan sebagai pilihan bagi perokok dewasa nan memang mau beranjak dari kebiasaan merokok," tuturnya.

Pengalaman konsumen setelah beranjak dari kebiasaan merokok
Sementara itu, Aji, seorang konsumen produk tembakau alternatif, mengaku mulai menggunakan produk tersebut pada 2016 setelah bertahun-tahun menjadi perokok berat. 

"Setelah menggunakan vape, saya merasakan dada lebih ringan. Perubahan itu membikin saya kemudian beranjak sepenuhnya dari kebiasaan merokok pada 2018. Vape lebih nyaman dalam aktivitas sehari-hari, tidak ada lagi aroma asap rokok nan menempel di ruangan maupun pakaian," katanya.

Aji menilai produk tembakau pengganti sebaiknya dipahami sebagai opsi bagi perokok dewasa, bukan sebagai produk nan dapat dicoba tanpa pertimbangan. Ia juga berambisi edukasi publik mengenai penggunaan produk ini dapat terus diperkuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia