Jakarta -
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan produk-produk lokal dari desa bisa langsung diekspor tanpa rantai perantara.
Sebagai contoh Yandri mengatakan ada desa di Pacitan, Jawa Timur sukses mengekspor produk gula aren organik ke tiga negara sekaligus ialah Malaysia, Australia, dan Belanda.
"Kami punya Desa Ekspor. Saya sebagai Menteri Desa sudah melepas ekspor perdana dari Jawa Timur di Kabupaten Pacitan, gula aren organik ke Malaysia. Jadi memang dia ke tiga negara, ke Malaysia, Australia, dan Belanda," jelas Yandri dalam konvensi pers penandatanganan MoU dengan Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yandri, keberhasilan ekspor produk desa tersebut membuktikan bahwa potensi perdesaan Indonesia sangat besar dan bisa memenuhi standar pasar internasional.
Selain itu, langkah ekspor produk desa secara langsung ini dapat memotong rantai distribusi. Dengan begitu pemerintah dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa, petani, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) nan terlibat.
"Jadi tidak terlalu panjang rantai distribusinya, jika dari desa, ekspor langsung misalkan siapa nan dituju di Malaysia, itu bakal memutus rantai middleman nan terlalu panjang. Maka untung petani, untung di desa alias Badan Usaha Milik Desa, itu bakal menjadi lebih baik lagi," ujar Yandri.
Bersamaan dengan itu, Pemerintah Indonesia resmi menjalin kerja sama bagian pembangunan area desa dengan Malaysia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDT RI dengan Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia.
Yandri menilai MoU kedua negara ini dapat memperluas kesempatan masuknya komoditas perdesaan Indonesia ke pasar luar negeri khususnya Malaysia. Tidak hanya produk gula aren organik asal Pacitan nan telah masuk ke pasar Malaysia, dia berambisi bakal ada lebih banyak produk desa Tanah Air nan sampai ke Negeri Jiran.
"Nanti apa nan bisa dikerjasamakan produk-produk desa, sehingga jika dari desa langsung ke buyer alias langsung ke off-taker-nya, tidak melalui middleman terlalu panjang, itulah langkah kami mengangkat derajat ekonomi di desa," tegas Yandri.
"Jadi banyak nan bisa dikerjasamakan, termasuk tadi kita mungkin bakal tukar pemuda desa dengan bisa berjamu ke desa-desa di Malaysia. Intinya banyak nan bisa dilakukan dan itu InsyaAllah tidak punya halangan lantaran Malaysia dan Indonesia ini satu rumpun," sambungnya.
Selain sektor komoditas ekspor, Yandri juga menyoroti potensi besar dari sektor pariwisata di area perdesaan untuk saling mempererat hubungan kedua negara.
"Jadi jika selama ini mungkin para pelancong Malaysia hanya terkonsentrasi di kota-kota besar Indonesia, Pak Dubes, kelak jika bisa, Pak, kita buat ya pelancong Malaysia bisa kunjungan ke desa-desa, Pak, lantaran banyak sekali desa wisata di Indonesia. Termasuk kelak kita bakal promosikan juga desa-desa wisata nan ada di Malaysia agar penduduk Indonesia ke Malaysia juga kunjungan ke desa-desa nan ada di Malaysia," jelas Yandri.
(igo/hns)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·