Jakarta -
Kinerja PT Pegadaian menjadi salah satu nan disorot oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Bagaimana tidak, Pegadaian sukses menorehkan keahlian positif hingga 30 Juni 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung peningkatan untung sejumlah BUMN pada enam bulan pertama 2026, termasuk Pegadaian.
"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di 6 bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%. 400%," ujar Prabowo, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Untung bersih PT Pertamina naik 86%. Untung bersih Pegadaian naik 84,4%," sambungnya.
Menurut Prabowo, peningkatan keahlian tersebut menunjukkan bahwa pembenahan dan pengelolaan BUMN dengan manajemen nan baik dapat menghasilkan pertumbuhan dalam waktu relatif cepat.
"Ini membuktikan dengan manajemen nan logika sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," kata Prabowo.
Sinergi antara penyerapan biaya darurat, pembiayaan usaha, hingga tata kelola emas skala besar ini makin mengukuhkan posisi Pegadaian sebagai pilar penyokong kesejahteraan dan stabilitas ekonomi masyarakat Indonesia.
Pegadaian pun memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. BUMN ini datang membawa solusi finansial menyeluruh nan dirancang untuk menjawab beragam tantangan finansial publik, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Peran Pegadaian sebagai lembaga jasa finansial terlihat jelas melalui ragam jasa nan disediakan untuk menjawab kebutuhan finansial masyarakat. Setiap jasa dirancang untuk memberikan kemudahan, keamanan, serta pilihan nan elastis sesuai kebutuhan.
Melalui beragam produk seperti gadai, pembiayaan, hingga investasi emas, Pegadaian datang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan finansial jangka pendek maupun jangka panjang. Pegadaian juga mempunyai peran untuk melakukan penetrasi inklusi finansial di masyarakat.
Direktur Utama (Dirut) PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, mengatakan perusahaan terus melakukan transformasi untuk menghadirkan produk dan jasa nan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan keahlian di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan jasa Pegadaian," kata Damar.
"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia," sambungnya.
PT Pegadaian pun mempercepat transformasi digital guna memperluas jangkauan inklusi finansial di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses beragam jasa finansial tanpa kudu terbatas oleh jarak dan waktu.
Dalam mendukung inklusi keuangan, Pegadaian menghadirkan Tring! by Pegadaian, sebuah aplikasi finansial digital nan dirancang untuk membuka akses jasa finansial bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa kudu datang ke instansi cabang.
Aplikasi ini merupakan hasil rebranding dari Pegadaian Digital nan resmi diluncurkan pada 8 Oktober 2025 di Jakarta. Tidak hanya berganti nama, Tring! datang dengan tampilan lebih modern, fitur nan semakin lengkap, serta sistem keamanan nan ditingkatkan.
Mengusung konsep '1 User ID, Semua Kebutuhan', aplikasi ini memberikan akses kontrol penuh kepada pengguna melalui proses registrasi dan verifikasi satu langkah nan praktis. Aplikasi Tring! mendobrak halangan administratif dan finansial melalui beragam kelebihan berikut:
Akses Investasi Terjangkau: Masyarakat dari beragam latar belakang ekonomi dapat mulai berinvestasi emas (Tabungan Emas) hanya dengan modal mulai dari Rp10.000.
Layanan Pembiayaan Terpadu: Pengguna dapat mengusulkan beragam jenis pinjaman dan angsuran secara aman, diawasi oleh OJK, dengan syarat nan transparan.
Ekosistem Transaksi Harian: Menyediakan fitur pembayaran tagihan rutin bulanan hingga pengisian saldo dompet digital (top-up e-wallet) secara praktis dari smartphone.
Edukasi Finansial Berkelanjutan: Aplikasi ini dilengkapi dengan pedoman dan literasi nan membantu pengguna memahami produk finansial sebelum mengambil keputusan.
Aplikasi ini merupakan hasil rebranding dari Pegadaian Digital nan resmi diluncurkan pada 8 Oktober 2025 di Jakarta. Tidak hanya berganti nama, Tring! datang dengan tampilan lebih modern, fitur nan semakin lengkap, serta sistem keamanan nan ditingkatkan.
Tring! by Pegadaian menghadirkan beragam fitur jasa finansial mulai dari investasi emas seperti Tabungan Emas, Deposito Emas, dan Cicil Emas. Fitur Gadai nan membikin masyarakat bisa menjadikan saldo Tabungan Emas sebagai agunan.
Ada juga fitur pembiayaan dari beragam jasa seperti Cicil Emas, Bayar Pembiayaan, Pembiayaan Multiguna, Cicil Kendaraan, Wisata & Religi, Porsi Haji, dan Pembiayaan Usaha.
Berkat transformasi itu Pegadaian sukses mencetak untung bersih sebesar Rp 6,59 triliun alias tumbuh 84,4% dibandingkan periode nan sama di tahun 2025 sebesar Rp 3,58 triliun.
Adapun realisasi total aset nan sekarang mencapai Rp 186,33 triliun alias meningkat 53,9% dari tahun lampau nan tercatat sebesar Rp 121,1 triliun.
Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross nan melesat ke nomor Rp 155,1 triliun alias naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 triliun.
Pencapaian impresif ini melangkah beriringan dengan kualitas pembiayaan nan semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,81% pada periode 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.
"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan keahlian di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan jasa Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia," ujar Damar.
(anl/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·