Rudal(AFP)
KEMENTERIAN Pertahanan Rusia mengaku telah memperoleh info baru penelitian tentang sifat-sifat merusak dari potensi pemasok senjata biologis di laboratorium biologi di Ukraina selama operasi militer khusus.
"Selama operasi militer khusus, kami menerima arsip tambahan nan mengonfirmasi bahwa konsentrasi pekerjaan nan dilakukan tidak sesuai dengan masalah kesehatan nan saat ini dihadapi Ukraina, nan utamanya adalah penyakit-penyakit sosial nan signifikan," kata Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Kimia, dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, Mayor Jenderal Aleksei Rtishchev, pada Jumat.
Kepada wartawan, Rtishchev menyampaikan prioritas penelitian itu justru diarahkan pada studi mengenai sifat merusak pemasok potensial senjata biologis, serta pemasok infeksius nan bermaksud melemahkan perekonomian negara.
Menurut pejabat militer Rusia tersebut, Kementerian Kesehatan Ukraina mencatat adanya penyimpanan patogen kolera, tularemia, dan brucellosis dalam jumlah berlebih di Institut Mikrobiologi dan Imunologi Mechnikov, nan sedang direkonstruksi oleh Amerika Serikat.
"Nomenklatur patogen nan diteliti, nan tidak sesuai dengan masalah kesehatan Ukraina saat ini—di mana terjadi peningkatan kasus rubella, difteri, dan tuberkulosis—menunjukkan adanya upaya pengembangan komponen senjata biologis di laboratorium biologi Ukraina," ujar Rtishchev.
Dia juga menambahkan Institut Kedokteran Hewan Eksperimental dan Klinis (IECVM) di Kharkiv melakukan penelitian terhadap sejumlah penyakit serius nan berpotensi merusak sektor pertanian. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·