Preview Piala Dunia 2026: Tanjung Verde Siap Jegal Arab Saudi demi Tiket 32 Besar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Tanjung Verde Siap Jegal Arab Saudi demi Tiket 32 Besar Ilustrasi(Dok AI)

TIM nasional Arab Saudi menghadapi ujian berat dari wakil Afrika, Tanjung Verde, dalam laga penentu babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/6). 

Pertandingan pamungkas itu menjadi duel hidup meninggal lantaran kedua tim wajib memetik kemenangan absolut demi mengamankan tiket kelolosan otomatis ke babak 32 besar tanpa kudu berjuntai pada jalur ranking ketiga terbaik.

Saat ini, persaingan di Grup H tetap sangat ketat dengan Spanyol memimpin klasemen lewat raihan 4 poin, disusul Uruguay dan Tanjung Verde nan sama-sama mengoleksi 2 poin, sementara Arab Saudi berada di posisi ahli kunci dengan torehan 1 poin. 

pelatih Tanjung Verde, Pedro Leitao Brito , mengakui reputasi besar sang musuh namun menegaskan kesiapan timnya untuk menciptakan kejutan di atas lapangan.

"Timnas Saudi adalah tim nan terorganisir, mempunyai daya saing tinggi, dan berilmu di putaran final Piala Dunia," ujar Brito dikutip dari GOAL.

Secara khusus, Brito meletakkan perhatian lebih pada kolektivitas tim musuh dan kapten Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, meski dia tetap percaya pada potensi nan dimiliki anak asuhnya untuk membalikkan prediksi.

“Jika saya kudu memilih satu pemain dari skuad tim nasional Arab Saudi, maka itu adalah Salem Al-Dossari, mengingat pengaruhnya dan kemampuannya dalam menentukan hasil pertandingan,” kata Brito.

“Namun, kekuatan sesungguhnya tim nasional Saudi tidak terletak pada satu pemain tertentu, melainkan pada sistem kerja sama timnya, dan itulah aspek nan kami hargai sepenuhnya," imbuhnya.

Berbekal motivasi ekstra dari beragam kritik dan komentar miring di luar lapangan, Brito optimistis armada Tanjung Verde bisa menjinakkan perlawanan Arab Saudi demi melaju ke fase gugur.

"Komentar-komentar negatif justru semakin memotivasi kami untuk terus membuktikan jati diri dan keahlian kami; pada akhirnya, pendapat-pendapat itu tetap berada di luar lapangan, dan nan menjadi penentu adalah apa nan ditunjukkan oleh tim-tim selama 90 menit, dan kami siap untuk bertanding," pungkas Brito. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia