Pramono Ungkap Volume Sampah Bantargebang Turun

Sedang Trending 18 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut bahwa volume sampah nan dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat turun setelah pihaknya menerapkan aktivitas pemilahan.

Dia menuturkan, penurunan tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dari penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

“Sekarang ini ada penurunan nomor cukup signifikan di Bantargebang. Turun kurang lebih 500 ton per hari,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ia menilai penurunan tersebut menunjukkan bahwa upaya mengurangi sampah dari sumber mulai memberikan akibat terhadap jumlah sampah nan berhujung di Bantargebang.

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya mendorong pemilahan sampah menjadi organik dan anorganik, tetapi juga menyiapkan pengelolaan setelah sampah dipilah.

Pengolahan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah nan kudu dikirim ke Bantargebang.

Masih Banyak Tantangan

Meski begitu, Pramono mengakui penanganan sampah Jakarta tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya tetap ditemukan pembuangan sampah secara terlarangan oleh pihak nan mengelola sampah dari sektor swasta.

“Maka nan kami lakukan penertiban bukan hanya kepada orang nan menimbun, meletakkan di sembarang tempat, tetapi juga Horeka-nya kita bakal melakukan penertiban. Karena bagaimanapun untuk mengatasi persoalan sampah kudu dilakukan secara menyeluruh,” kata Pramono.

Pemprov DKI juga mendorong pengelolaan sampah di tingkat pasar. Sebanyak 153 pasar nan dikelola Perumda Pasar Jaya menjadi salah satu sasaran penerapan pemilahan sampah, dengan sasaran mengurangi sekitar 500 ton sampah per hari nan sebelumnya dikirim ke Bantargebang.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita