Minimnya peralatan serta kondisi bentuk nan kelelahan menjadi hambatan relawan saat proses penanganan pemadaman kobaran api di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat.
Kebakaran nan menghanguskan sejumlah area di TNGGP sudah terjadi sejak Kamis (6/8) dan hingga Minggu (9/8). Api tetap terus berkobar.
Relawan terus berjibaku memadamkan kobaran api, hanya dengan mengandalkan batang kayu dan kain basah.
Seorang relawan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Nicko Rastagil mengatakan, sejumlah relawan tetap memperkuat di letak kebakaran hanya dengan mengandalkan peralatan seadanya.
"Relawan sudah sangat kelelahan, lantaran tidak hanya keterbatasan peralatan. Tapi juga, kesiapan makanan dan minuman nan terbatas, serta letak nan susah ditempuh sehingga menguras bentuk mereka," kata Nicko, kepada kumparan, Minggu (9/8).
Nicko mengungkapkan, para relawan kudu berjibaku dengan kemunculan titik api nan terus merembet melahap area TNGGP.
"Api terus menjalar, membakar area nan kering. Sehingga, kobaran api sangat sigap meluas," ujarnya.
Nicko menyebutkan, proses pemadaman api, tidak hanya memerlukan peralatan nan memadai. Tapi, juga dibutuhkan relawan nan mempunyai skill dan keahlian nan mumpuni.
"Karena dibutuhkan kerja sigap dan tepat, agar proses pemadaman api selesai serta area nan terbakar tidak terus meluas," jelasnya.
Nicko memperkirakan, luas area di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango nan terbakar mencapai 15 hektare.
"Mulai dari area Alun-alun Suryakencana, hingga ke area Kawah Wadon. Diperkirakan mencapai 15 hektare, itupun diprediksi bakal terus meluas jika tidak ditangani dengan cepat," imbuhnya.
Polisi Ikut Padamkan Api
Polres Cianjur menerjunkan satu pleton personel dengan dilengkapi perangkat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran api di area TNGGP.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengatakan personel Polres Cianjur dibantu personel Satuan Brimobda Polda Jabar diterjunkan ke letak kebakaran lahan.
"Tidak hanya personel, mereka juga dilengkapi dengan peralatan APAR dan gepyok, ialah batang rotan untuk mempercepat proses pemadaman api di area tersebut agar tidak sigap meluas," kata Alexander terpisah.
Alexander mengungkapkan, para personel telah dibekali skill dan keahlian dalam penanganan kebakaran lahan dan kebencanaan.
"Mereka sudah mempunyai kualifikasi dalam penanganan kebencanaan, di antaranya kebakaran lahan. Karena, kami mau penanganan ini dapat melangkah efektif," jelasnya.
Selain personel kepolisian, kata Alexander, personel TNI, relawan dan penduduk sekitar area TNGGP juga bahu-membahu dalam proses pemadam api.
"Mereka, juga berencana bakal secara estafet membawa air dengan kompan alias jerigen untuk memadamkan kobaran api di lokasi. Karena, jarang titik kebakaran dengan sumber air cukup jauh berjarak nyaris sekitar 5 kilometer," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·