Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nan diajukan Pemprov DKI tidak bakal mengurangi kualitas pembangunan di ibu kota RI tersebut.
"Saya percaya dengan APBD nan ada pasti tidak bakal mengurangi kualitas pembangunan di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (2/9).
Ia menyatakan bahwa APBD DKI Jakarta telah disusun dengan kehati-hatian, termasuk perencanaan nan matang bagi upaya creative financing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah menyampaikan kepada jejeran TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) nan melakukan pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta, lebih baik kita mempunyai APBD nan prudent, nan hati-hati tetapi bisa dijalankan," jelasnya.
"Bukan nan angkanya kemudian besar, tapi dalam pelaksanaannya tidak bisa dijalankan dengan baik," sambung Pramono.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan Rancangan Perubahan Daerah (Ranperda) mengenai Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 pada Senin (31/8).
"Total rencana perubahan APBD tahun 2026 sebesar 79,59 triliun rupiah, turun 2,13 persen dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026 sebesar 81,32 triliun rupiah," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, Senin lalu.
Melansir portal resmi Provinsi DKI Jakarta, perubahan ini meliputi penurunan pendapatan wilayah sebesar 2,93 persen dari Rp71,45 triliun menjadi Rp69,36 triliun.
Sementara itu, shopping wilayah direncanakan naik 1,08 persen dari Rp74,28 triliun menjadi Rp75,08 triliun. Pemprov bakal mengarahkan shopping wilayah ini untuk pemenuhan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), program quick win, pelayanan dasar, shopping produktif, serta support bagi masyarakat.
"Belanja wilayah ditujukan untuk memberikan alokasi anggaran pada sektor-sektor nan langsung menyentuh kepentingan masyarakat termasuk urusan wajib mengenai pelayanan dasar dengan berpatokan kepada Standar Pelayanan Minimal," jelas Rano.
(mou/kid)
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·