Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan nuansa Betawi bakal menjadi bagian dominan dalam beragam rangkaian peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027 mendatang.
“Salah satu contoh konkret nan bakal kami lakukan adalah ketika kami menyambut 500 tahun Jakarta tahun depan, maka nuansa Betawinya kelak bakal begitu dominan dalam segala hal, baik budaya, seni, olahraga, sosial, pendidikan dan sebagainya,” kata Pramono usai mengukuhkan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8).
Ia menambahkan, identitas Betawi juga bakal ditampilkan dalam wajah Jakarta. Pemprov DKI bakal bekerja sama dengan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi untuk mengkurasi beragam kebudayaan nan dapat ditampilkan hingga ke tingkat internasional.
“Termasuk tampilan-tampilan nan bakal nampak dalam wajah Jakarta adalah wajah nan Betawi,” ujarnya.
Menurut Pramono, Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi mempunyai peran krusial dalam menentukan serta mengembangkan kebudayaan Betawi nan dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional.
“Maka dengan demikian harusnya, antara lembaga budaya dan kebudayaan Betawi dengan Pemerintah DKI Jakarta melakukan banyak hal, termasuk mengkurasi budaya-budaya nan bisa kita pertarungkan, pertandingkan alias kita tampilkan dalam bumi internasional,” jelasnya.
Fauzi Bowo Jadi Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi
Penguatan kelembagaan tersebut ditandai dengan penetapan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 797 Tahun 2026 tentang Penetapan Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi nan ditetapkan pada 28 Agustus 2026.
Dalam keputusan tersebut, Pramono menetapkan Dr. Ing. H. Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Masa kedudukan ketua mengikuti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Pramono menyebut penataan kelembagaan tersebut menyelesaikan persoalan lembaga budaya Betawi nan telah berjalan cukup lama. Menurut Pramono, Fauzi Bowo dinilai mempunyai pengalaman dan pemahaman mengenai Jakarta serta kebudayaan Betawi.
“Alhamdulillah, persoalan lembaga budaya Betawi nan begitu lama tidak terselesaikan sekarang sudah selesai dipimpin secara langsung oleh Pak Fauzi Bowo,” kata Pramono.
“Beliau adalah tokoh Betawi dengan pengalaman panjang dan pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tentunya beliau memahami, mengerti tentang apa nan perlu dikembangkan oleh lembaga budaya dan kebudayaan Betawi ini,” lanjutnya.
Selain menetapkan Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, sejumlah pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi juga dikukuhkan.
Dalam kesempatan nan sama, Pramono mengatakan penggunaan nama Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi tersebut telah disesuaikan dengan nomenklatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2024.
“Sehingga secara hukum, baik Pergub maupun Kepgub nan dikeluarkan oleh Pemerintah DKI Jakarta betul-betul merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,” tuturnya.
Sementara itu, Fauzi Bowo menyambut baik terbentuknya lembaga tersebut. Menurutnya, pembentukan lembaga budaya dan kebudayaan Betawi merupakan hasil perjalanan panjang organisasi masyarakat Betawi.
“Ini patut kita syukuri dan saya juga mau menyampaikan penghargaan terima kasih saya kepada semua pihak nan telah mendukung keberadaan dan terwujudnya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi ini,” ujar Fauzi alias kerap disapa Foke.
Foke juga mengapresiasi Pramono nan dinilainya telah mendampingi proses penataan kelembagaan tersebut di tengah keberagaman masyarakat Betawi.
“Kita tahu ini bukan perihal nan mudah, dinamika nan kudu dialami apalagi selama periode Pak Gubernur Pramono Anung ini pun dinamikanya luar biasa,” katanya.
Ia menilai kesabaran Pramono dalam membimbing masyarakat Betawi nan heterogen turut membantu terwujudnya lembaga budaya dan kebudayaan tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·