Pramono Pimpin Upacara HUT 81 RI di Balai Kota: Turunkan Ego, Kita Saling Dengar

Sedang Trending 35 menit yang lalu
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memimpin upacara peringatan HUT 81 Kemerdekaan RI di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Pemprov DKI Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8) pagi.

Pantauan kumparan, upacara dimulai pukul 07.30 WIB. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertindak sebagai pengawas upacara.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan masuknya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi DKI Jakarta ke lapangan untuk mengibarkan bendera Merah Putih.

Upacara dihadiri jejeran Pemprov DKI Jakarta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI nan mengikuti rangkaian upacara.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memimpin upacara peringatan HUT 81 Kemerdekaan RI di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Pramono mengatakan momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Menurut dia, kemerdekaan merupakan amanah nan kudu diisi dengan kerja nyata.

“Hari ini kita kembali diingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan untuk dikenang dan dirayakan, melainkan amanah nan kudu dijaga dan diisi dengan kerja nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Pramono dalam amanatnya.

Ia menyinggung corak perjuangan nan berbeda antara masa perjuangan kemerdekaan dan kondisi saat ini. Pramono menilai perjuangan saat ini tidak lagi dilakukan melalui pertempuran fisik.

“Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran bentuk dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar dan bekerja bersama,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memimpin upacara peringatan HUT 81 Kemerdekaan RI di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Menurut Pramono, semangat kemerdekaan kudu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam membangun Jakarta.

“Merdeka bukanlah sekadar sorak perayaan, melainkan amanah nan menuntut langkah nyata, bukan pula sekadar untaian wacana,” tegasnya.

Ia membujuk seluruh pihak mengambil peran dalam pembangunan Jakarta.

“Mari kita ambil peran, sekecil apa pun, untuk bersama-sama membangun kemajuan Jakarta demi masa depan Indonesia nan berdaulat, adil, dan makmur,” jelas Pramono.

Upacara kemudian ditutup dengan pekik “Merdeka!” nan diserukan Pramono sebanyak tiga kali.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan