Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin angan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
Dalam doanya, dia meminta agar Indonesia dijauhkan dari fitnah, bencana, dan perpecahan nan dapat melemahkan kekuatan bangsa.
Nasaruddin juga memanjatkan angan agar Indonesia bisa mengisi kemerdekaan dengan beragam prestasi serta menghadapi beragam tantangan nan tetap kudu diselesaikan. Ia turut mendoakan para pahlawan nan gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isi angan seremoni HUT RI ke-81:
Ya Allah, Ya Hamid, puji syukur kami panjatkan kehadiratmu lantaran pada pagi hari nan sangat cerah ini segenap penduduk bangsa kami sedang memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan nan ke-81 atas restu dan pertolonganmu lah maka bangsa kami bisa meraih kemerdekaan itu.
Hambamu juga berterima kasih lantaran di bawah presiden kami, Bapak Haji Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilakukan beragam ikhtiar nan sungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita keadilan dan kesejahteraan sosial melalui beragam program strategis nan sekarang sudah dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kami semuanya itu dimungkinkan lantaran engkau juga telah menganugerahkan puncak kerukunan sosial keagamaan tertinggi 77,85 persen nan belum pernah dicapai sepanjang sejarah bangsa ini.
Ya Allah, Ya Syakur, engkau telah menjanjikan kami jika kalian berterima kasih pasti kami bakal menambah nikmat kalian.
Kiranya rangkaian aktivitas proklamasi kemerdekaan ini menjadi tanda syukur bakal kemerdekaan nan engkau anugerahkan kepada bangsa kami.
Kami minta kiranya engkau terus membantu kami mengisi kemerdekaan ini dengan beragam prestasi unggul kepada putra-putri bangsa kami.
Ya Allah, Ya Sama'ad-Du'a', engkau juga telah menjanjikan kami bermohon kepada-Ku, niscaya bakal Kukabulkan bagimu. Kami minta kepada-Mu jauhkanlah kami dari beragam fitnah, bencana, dan perpecahan nan dapat melemahkan sendi-sendi kekuatan bangsa kami.
Seandainya hari ini hanya engkau bakal menerima satu doa, maka kabulkanlah angan pemimpin negeri kami lantaran doanya pasti bakal berakibat kepada segenap dan seluruh penduduk bangsa dan negerinya.
Ya Allah, Ya Nasir, tetap panjang jalan nan kudu kami tempuh, tetap besar tantangan nan kami hadapi, tetap banyak tanggung jawab nan kudu kami emban. Namun engkau selalu menghibur kami dengan janji-Mu:
Wa may yattaqillaha yaj'al lahu makhrajan, wa yarzuq-hu min haysu la yahtasib.
Barang siapa nan bertakwa kepada Allah, niscaya Dia bakal memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah nan tidak disangka-sangka.
Tanamkanlah ketakwaan dan keluhuran niat kepada kami semua agar dapat dengan mudah melewati beragam tantangan di hadapan kami.
Ya Allah, Ya 'Afu, Ya Gafur, perkenankanlah kami untuk selalu mengenang dan mendoakan para leluhur, para pahlawan kusuma bangsa nan gugur untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kami. Semoga mereka semua nan engkau maksud di dalam firman-Mu:
Wa la tahsabannallazina qutilu fi sabilillahi amwata, bal ahya'un 'inda rabbihim yurzaqun.
Janganlah kalian mengira orang-orang nan gugur di jalan Allah itu mati. Sesungguhnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.
Kami sangat mendambakkan dari-Mu, Ya Allah, kiranya bangsa kami engkau tuntun menjadi contoh baldatun ṭayyibatun wa rabbun gafur, negeri bagus penuh berkah, negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.
Rabbanaghfir lana zunubana wa israfana fi amrina wa sabbit aqdamana wansurna 'alal-qaumil-kafirin.
(asa)
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·