Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana penerbitan obligasi wilayah senilai Rp 3,5 triliun tidak bakal menjadi beban bagi finansial Jakarta, selain itu proses pengembalian kembang dan modal dapat dilakukan sesuai target.
Pramono mengatakan, Jakarta mempunyai keahlian fiskal nan memadai untuk memenuhi tanggungjawab pengembalian modal dan kembang obligasi ke investor. Sebab itu, publikasi obligasi senilai Rp 3,5 triliun tidak menjadi beban keuangan.
“Sebenarnya obligasi Rp 3,5 triliun bagi Jakarta itu bukan sebuah hambatan," kata Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Pramono optimis dapat menyelesaikan obligasi tersebut dalam waktu 7 tahun, dia pun memastikan publikasi obligasi tidak bakal menjadi persoalan pemimpin Jakarta berikutnya.
"Pasti Jakarta bakal bisa menyelesaikannya dengan baik, siapapun nan bakal menjadi gubernur di Jakarta. Makannya kenapa kemudian tenornya tujuh tahun,” papar Pramono
Dia menjelaskan, publikasi obligasi wilayah merupakan salah satu skema pembiayaan imajinatif (creative financing) nan ditempuh Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung pembangunan.
“Memang obligasi wilayah ini adalah salah satu corak creative financing nan kami lakukan,” ujarnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·