Pramono Minta Pelaku Perusak CCTV saat Aksi di DPR Dicari

Sedang Trending 14 jam yang lalu

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut memantau tindakan demonstrasi nan berjalan di Jakarta hingga awal hari. Pramono juga menyoroti perusakan sejumlah kamera CCTV saat aksi.

Pramono mengatakan dirinya memantau situasi tindakan berbareng Pangdam Jaya Letjen Deddy Suryadi, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, dan Kabinda DKI Jakarta Mayjen TNI Tjahjono Prasetyanto pada Kamis (27/8) malam hingga Jumat (28/8) awal hari. Dia juga berkoordinasi dengan organisasi perangkat wilayah (OPD) Pemprov DKI.

"Semalam kami memantau memonitor berbareng Bapak Pangdam, Bapak Kapolda, Kabinda, peristiwa nan ada di lapangan dan saya juga berkoordinasi dengan seluruh jejeran OPD DKI Jakarta nan bertanggung jawab terhadap aksi-aksi nan kemarin," kata Pramono kepada wartawan di area Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menyebut penyampaikan aspirasi dijamin di negara demokrasi, namun dia meminta semua pihak untuk alim patokan dan menjaga ketertiban. Dia menegaskan, tindakan pemberontak hingga perusakan tidak dapat dibenarkan.

"Sebagai negara kerakyatan demo itu diperkenankan, diizinkan selama mengikuti prosedur dan sebagainya. Tetapi jika kemudian melakukan pengerusakan, anarkis, dan sebagainya, tentunya tidak ada masyarakat nan kemudian memberikan support untuk itu," ujarnya.

Terkait perusakan CCTV, Pramono meminta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mempelajari kejadian tersebut dan mencari tahu pelakunya.

"Untuk perusakan CCTV tentunya saya bakal meminta kepada Kepala Dinas Diskominfotik untuk mempelajari siapa nan melakukan itu dan tujuannya apa," ungkapnya.

Dia mengatakan Pemprov DKI bakal mengambil tindakan lebih lanjut andaikan pelaku perusakan sukses teridentifikasi. Pramono menegaskan perusakan akomodasi umum dapat merugikan publik.

"Kalau kemudian bisa terdeteksi tentunya kami bakal melakukan tindakan lebih lanjut atas nama lantaran ini tidak diizinkan sama sekali untuk melakukan itu," tegasnya.

Pramono juga mengatakan jejeran Pemprov DKI langsung bergerak membersihkan letak setelah tindakan berakhir. Dia menyebut tindakan pada Kamis malam baru selesai sekitar pukul 00.30-01.30 WIB.

"Begitu selesai tindakan tadi malam di kurang lebih jam separuh satu, separuh dua, jika dilihat di lapangan pasukan oranye, pasukan hijau, pasukan nan dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta langsung membersihkan itu," tuturnya.

Menurut Pramono, pembersihan tersebut membikin kondisi jalan di sejumlah letak kembali normal pada pagi hari. "Maka kenapa di pagi hari relatif tadi semuanya jalan sudah normal kembali," imbuhnya.

(bel/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News