Pramono Kukuhkan 16 Anggota Akademi Jakarta: Ruang Seni dan Budaya Makin Terbuka

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam bertemu pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan 16 personil Akademi Jakarta periode 2026-2031 di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6). Pengukuhan tersebut terdiri atas sembilan personil lama dan tujuh personil baru.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan komitmennya untuk membuka ruang ekspresi, kesenian, dan kebudayaan seluas-luasnya di Jakarta. Menurut dia, kota dunia tidak hanya dibangun melalui prasarana fisik, tetapi juga lewat penguatan identitas budaya.

“Bagi saya pribadi, ruang kebudayaan, ruang ekspresi, ruang kesenian itu kudu dibuka seluas-luasnya,” kata Pramono.

Pramono mengaku mempunyai kedekatan dengan bumi sastra dan kebudayaan sejak muda. Ia apalagi mengingat sejumlah tokoh sastra nan sekarang menjadi personil Akademi Jakarta.

“Saya cukup memahami ini (tokoh sastra). Ketika Mas Bambang WA saya waktu lagi haji, saya bilang segera diagendakan untuk dikukuhkan,” ujarnya.

Pram juga menyoroti upaya revitalisasi ruang budaya di Jakarta, khususnya Taman Ismail Marzuki (TIM). Menurut Pramono, ruang-ruang seni nan selama ini terasa eksklusif kudu kembali menjadi ruang publik nan mudah diakses masyarakat.

Pengunjung memandang karya pada pameran retrospektif pelukis Zaini berjudul Menyibak Kabut di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (20/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

“Saya pengin betul nan namanya Taman Ismail Marzuki itu menjadi ruang publik nan dikelola bersama,” katanya.

Pramono menyebut dirinya telah memperbaiki komunikasi dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), membuka kembali Planetarium, serta memperluas ruang ekspresi seni di area TIM. Selain itu, Pemprov DKI juga telah memberikan insentif berupa keringanan pajak intermezo sebesar 50 persen untuk tontonan film.

“Mudah-mudahan dengan hubungan nan baik dengan IKJ, dengan para tokoh seniman, saya berambisi mari kita buka ruang nan cukup lebar, cukup luas,” ucapnya.

Dalam kesempatan nan sama, Pramono menegaskan penguatan budaya menjadi bagian krusial dari transformasi Jakarta menuju kota global.

“Jakarta betul-betul saya mau membikin ruang untuk budaya, seni, dan orang berekspresi itu terbuka cukup lebar,” ujar Pram.

Akademi Jakarta Siap Kawal Kota Global

Ketua Akademi Jakarta, Seno Gumira Ajidarma dalam bertemu pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ketua Akademi Jakarta, Seno Gumira Ajidarma, berambisi seluruh personil nan baru dikukuhkan dapat bekerja maksimal mendukung perkembangan kebudayaan Jakarta.

“Atas kejadian pengukuhan ini, kami berambisi Anda mendoakan agar kami semua bisa bekerja dengan baik,” kata Seno kepada wartawan.

Anggota Akademi Jakarta Syamsuddin Ch Haesy menilai tantangan nan dihadapi Jakarta ke depan semakin besar seiring statusnya sebagai kota dunia dan pusat ekonomi.

“Yang pertama itu gimana meningkatkan atraksi seni, lampau pengembangan produktivitas dan inovasi. Kemudian menempatkan seni itu bukan lagi sebagai sebuah karya untuk menghabiskan dana, bakal tetapi produktivitas seni budaya itu jadi sebagai aktivitas ekonomi,” ujar Syamsuddin.

Menurut dia, Jakarta juga perlu memperkuat kerja sama dengan kota-kota besar bumi serta menjadi pusat perkembangan kebudayaan di Asia Tenggara.

Anggota Akademi Jakarta, Bambang Harymurti saat bertemu pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sementara itu, Bambang Harymurti nan juga Anggota Akademi Jakarta mengapresiasi komitmen Pramono untuk mengembalikan semangat TIM seperti era Gubernur Ali Sadikin.

“Satu perihal nan membikin saya ceria dari Pak Gubernur ini adalah menyatakan bakal mengembalikan TIM seperti era Gubernur Ali Sadikin,” kata Bambang.

Ia menyoroti kondisi TIM dalam beberapa tahun terakhir nan dinilai semakin susah diakses oleh para seniman lantaran biaya nan tinggi.

“Tadi Pak Gubernur menyatakan enggak boleh lagilah nan begitu,” ujarnya.

Bambang berambisi TIM kembali menjadi ruang kebudayaan nan terbuka dan merdeka bagi semua kalangan.

“Saya punya angan nan besar bahwa TIM bakal mengalami kemajuan pesat dan Jakarta bakal menjadi pusat kebudayaan,” katanya.

Sementara Nungki Kusumastuti berambisi kejayaan TIM dapat kembali terulang.

Anggota Akademi Jakarta, Nungki Kusumastuti saat bertemu pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Saya adalah orang nan paling beruntung mengalami era Taman Ismail Marzuki berjaya. Dan sekarang saya tetap berada di situ, Pak Gubernur,” ujar Nungki.

Menurut dia, Akademi Jakarta siap menjadi mitra Pemprov DKI dalam mengembangkan pagelaran dan aktivitas seni budaya berskala lokal hingga internasional.

“Festival-festival lokal, regional, internasional, dan aktivitas seluruh masyarakat Jakarta harusnya kemudian kita tingkatkan,” katanya.

Hal senada disampaikan Sandyawan Sumardi. Ia menilai Pramono tidak hanya mencintai seni, tetapi juga memahami kebudayaan secara luas.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mengukuhkan Anggota Akademi Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Kebudayaan itu bukan sekadar perkara seni tapi juga menyangkut perkara ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup,” ujar Sandyawan.

Ia berambisi Akademi Jakarta berbareng Pemprov DKI, Dewan Kesenian Jakarta, dan TIM dapat menjadi penyedia nan aktif memberdayakan para seniman dan budayawan.

“Kami berambisi agar kehidupan seni kebudayaan di Jakarta ini bisa lebih hidup lagi,” katanya.

Berikut daftar 16 Anggota Akademi Jakarta nan Dikukuhkan:

1. Afrizal Malna

2. Alia Swastika

3. Armantono

4. Bambang Harymurti

5. Candra Darusman

6. Dewi Noviami

7. I. Sandyawan Sumardi

8. Dwinita Larasati

9. JJ Rizal

10. Kamala Chandrakirana

11. Karlina Supelli

12. N. Syamsuddin Ch Haesy

13. R. Ay. Siti N. Kusumastuti

14. Seno Gumira Ajidarma

15. Tisna Sanjaya

16. Zeffry Alkatiri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan